RSS

TANAMAN PAGAR

TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI

TANAMAN PAGAR

 

Disusun oleh :

Khoirur Rizkiyah   (10620002)

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

1.Beluntas

Tanaman beluntas (Pluchea indica) termasuk suku Asteraceae dan masih sering tampak tumbuh liar di tanah tegal. Beluntas bisa mencipta keindahan saat ditanam sebagai tanaman pagar. Tingginya sekitar 1 – 2 meter, daunnya hijau terang, pinggirnya bergerigi, dan letaknya berseling. Bunga bertandan, warnanya putih agak kecokelat-cokelatan.

Daun beluntas mengandung zat-zat seperti amino (triptofan, treonin, lesusin, isoleusin), lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan C. Oleh sebab itu, daun beluntas dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional, seperti:

Mengusir Bau Badan

Ambil 15 helai daun beluntas yang masih muda, lalu kukus. Santaplah sebagai lalapan.

Menghilangkan pegal-pegal dan demam

Sediakan 15 helai daun beluntas, lalu seduh dengan segelas air panas. Jika sudah dingin, saring dan minum 1 – 2 kali sehari.

Menyembuh ganguan pencernaan

Ambil 8 helai daun beluntas, cuci bersih, lalu letakkan di atas nasi yang akan dibuat tim. Resep ini cocok untuk anak-anak yang terganggu pencernaannya.

2. Kemuning

Tanaman kemuning (Murraya paniculata) sering ditanam di pekarangan rumah, tapi ada juga yang tumbuh liar di antara semak-semak belukar. Kemuning termasuk ta-naman perdu, tingginya sekitar 3 – 7 meter.

Batangnya berkayu cukup keras, berwarna kekuning-kuningan. Kulit batang juga berwana ke-kuning-kuningan. Berdaun majemuk, menyirip ganjil. Bunganya tunggal atau majemuk tandan semu, setiap tandan berjumlah 8 bunga. Daun mahkota bunga berwarna putih. Bunganya sangat harum di senja hari.

Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong, dengan pangkal dan ujungnya lancip dan berwarna merah mengkilap.

Kemuning sangat menyukai sinar matahari. Jadi, cocok ditanam di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Sebagaimana perawatan tanaman hias pada umumnya, kemuning juga perlu disiram dan dipupuk sesuai kebutuhan. Dengan demikian tanaman akan hidup sehat, dan akan selalu berbunga.

Perbanyakan kemuning dapat dilakukan dengan stek batang, pencangkokan, atau dengan bijinya. Ambil biji-biji yang tua, lalu semaikan dalam polybag. Setelah tumbuh sekitar 30 – 50 cm, bibit kemuning dapat ditanam sebagai tanaman pagar.

3. Melati

Dari sekitar 200 jenis melati yang diketahui, baru sekitar 15 jenis saja yang telah dibudidayakan. Tanaman melati (Jasminum sambac) punya banyak manfaat, misalnya sebagai bunga tabur, tanaman hias pekarangan dan pot, bunga taman, industri parfum, dan pengobatan tradisional. Melati termasuk tanaman setahun yang berbentuk perdu tegak atau merambat.

Melati dapat tumbuh sampai ketinggian 2,5 meter, dengan sistem perakaran serabut yang menyebar di dalam tanah.

Bunga tumbuh di atas tunas, berbentuk tunggal atau berkelompok, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam. Setiap tangkai bunga terdiri atas 3 – 15 kuntum bunga bergantung jenis melatinya. Bunga mengeluarkan aroma wangi, sehingga sering dijadikan bahan pewangi rambut, parfum atau minyak, yang diperoleh dengan cara penyulingan.

Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan cara stek, rundukan, atau cangkokan. Dengan ketiga cara ini, bibit akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya.

Tanaman melati mengandung zat-zat bensil, indol, dan livalilasetat. Oleh sebab itu tanaman melati dapat digunakan untuk beragam pengobatan, seperti:

Melegakan sesak napas

Ambil 10 lembar daun melati, lantas rebus ke dalam 3 gelas air sampai mendidih. Sisakan 2 gelas. Bila sudah dingin, saring air rebusan, lalu tambahkan sedikit garam. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Menghilangkan bengkak akibat sengatan lebah

Ambil segenggam bunga melati, lalu remas-remas sampai halus. Tempelkan pada bagian yang tersengat lebah.

Mengurangi produksi ASI

Sediakan segenggam daun melati, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan hasil tumbukan di seputar payudara setiap pagi sebelum mandi.

4. Soka

Tanaman soka (Ixora spp) termasuk jenis tanaman perdu tegak, dengan tinggi sekitar 2 – 4 meter. Ada beberapa jenis soka yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pagar, antara lain:

Ixora paludosa, jenis soka yang paling banyak ditanam di Indonesia, berupa tanaman perdu, berbunga putih.

Ixora javanica berupa tanaman perdu berbunga merah.

Ixora finlaysoniana berupa pohon kecil, bunganya berwarna putih.

Perbanyakan tanaman soka dapat dilakukan dengan cara stek, pencangkokan, atau dengan peremajaan yang tumbuh sekitar pangkal batang.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 7, 2012 in Uncategorized

 

Deskripsi KEMANGI (Ocymum basilicum)

KEMANGI (Ocymum basilicum)

  • Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Lamiales
Famili : Lamiaceae
Genus : Ocymum
Spesies :Ocymum basilicum

 

  • Nama Daerah:

Kemangi di Indonesia dikenal dengan berbagai nama, yaitu lampes di Sunda, Kemangi di Jawa dan Madura, uku-uku di Bali, lufe-lufe di Ternate, selasi atau selaseh di Sumatra, ampi di Sulawesi.

 

  • Deskripsi:
              kemangi  (Ocimum spp.) merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi antara 80 – 100 cm. Batang  bercabang banyak, berkayu segi empat, berbulu berwarna  hijau muda. Daun tunggal bulat lancip, tepi bergerigi, panjang daun 4 – 5 cm dan lebar 6 – 30 mm. Kelopak bunga (calyx) berwarna hijau (mengandung pigmenklorofi l), dapat sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, sifatnya gamosepalus (sepala berlekatan satu sama lain), mahkota bunga ( corolla ) berwarna putih merah muda, siftnya polyopetalus (petala tidak berlekatan 1 sama lain), merupakan bunga hermaprodhite  (memiliki putik/pistillum dan benang sari / stamen), terdpat ovarium (bakal buah) dan ovulum (ovulum). Mempunyai bau yang khas dan harum. Buah terdiri dari Epikarpium  (lapisan paling luar yang tebal dan bersisik, untuk tanaman yang sudah tua, pada buah yang masih muda belum terdapat sisik. Mesokarpium (daging buah) dan Endokarpium terdapat sekat / septum. Terdapat biji / semen pada ujung buah. Biji Ocimum Bewarna hitam atau cokelat dengan bentuk bulat telur atau bulat dengan ukuran biji relatif kecil.

 

  • Sarat tumbuh :

Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam. Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Perbedaan iklim ini hanya mengakibatkan penampilan tanacnan sedikit berbeda. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Sedang kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.

 

  • Pedoman Budidaya :

Benih Kemangi diperbanyak dengan bijinya. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang. Ciri biji yang tua ialah berwama – hitam dan kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. Tanah untuk persemaian diolah hingga gembur. Campur dengan sedikit pupuk kandang. Bila tanah terlalu lengket tambahkan pasir. Lantas taburkan biji kemangi dan tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Rawatlah tanaman yang sudah tumbuh di persemaian. Tanaman yang terlalu rapat dikurangi. Cabut tanaman yang lemah atau pertumbuhannya terganggu. Setelah berumur sekitar 4 minggu tanaman muda ini sudah bisa dipindah ke lahan. Kebutuhan benih kemangi untuk penanaman satu hektar lahan sekitar 2-5 kg. Penanaman Kemangi biasanya ditanam dalam bedengan-bedengan. Bedengan berukuran 1-1 m dengan panjang sesuai ukuran lahan. Sebelum penanaman, bedengan diberi pupuk kandang. Antar bedengan dibuat parit pengairan selebar 35 cm. Jarak tanam kemangi ialah 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm. Buat lubang tanam kecil saja, yang penting tanaman muda bisa masuk dan tidak sesak.

 

  • Distribusi dan Habitat :

Tanaman ini ditemukan di seluruh pulau Jawa dari daratan rendah hingga kurang lebih 450 m di atas permukaan laut, bahkan dibudidayakan hingga 1100 m. Selain di P. Jawa, jenis ini telah ditanam hampir di seluruh Nusantara. Tumbuh pada tepi-tepi jalan dan tepi-tepi ladang, pada sawah-sawah kering dan dalam hutan-hutan jati seringkali disemaikan di kebun-kebun dan pekarangan rumah.

 

  • Manfaat:
    Manfaat kemangi adalah meningkatkan pengeluaran bendalir badan melalui air kencing karena bersifat diuretik; sifat analgesik yang membantu menahan atau meredakan sakit kepala, sakit gigi, sakit perut, demam, sifat diaforetik yang membantu pengeluaran keringat. Biji selasih bermanfaat untuk menurunkan kolesterol, membantu pencernaan, mengobati kram usus dan melancarkan buang air besar. Dalam farmakologi Cina disebutkan tumbuhan ini memiliki sifat: rasa agak manis, dingin, harum, dan menyegarkan, menghilangkan bau badan, dan bau mulut. membantu mengatasi ejakulasi dini, anti kholinesterase, perangsang aktifitas syarafpusat, melebarkan pembuluh darah kapiler (merangsang ereksi), penguat hepar, merangsang hormon estrogen, merangsang faktor kekebalan tubuh, merangsang ASI. melebarkan pembuluh darah, mencegah pengentalan darah, melancarkan sirkulasi, menekan syaraf pusat, ralaksasi otot polos. Arginine (daun), memperkuat daya tahan hidup sperma, mencegah kemandulan, menurunkan gula darah, antihepatitis, diuretik. Asam aspartat ,merangsang syaraf, analeptic, serta mencegah pengeroposan tulang.

 

 

  • Bahaya :

Kemangi dapat mengandung estragol, senyawa yang diketahui karsinogen (pemicu kanker) pada mencit. Walaupun pengujian efek pada manusia belum dilakukan, penggunaan berlebihan selayaknya dihindari.

 

  • Kandungan:

Tanaman ini mengandung bermacam-macam kandungan kimia seperti pada bunga mengandung anthocyanins, delphinidin, pelargonidin, malvidin, kaempherol, dan quercetin yang berfungsi peluruh haid, abortivum, dan membuyarkan bekuan darah. Pada akar mengandung cyanidin mono-glycoside yang berfungsi sebagai anti radang dan peluruh haid. Pada biji mengandung saponin dan fixed oil yang berfungsi sebagai penghenti perdarahan (hemostatis), meningkatkan fungsi pencernaan, mempunyai efek melunakkan massa yang keras (tumor), antikanker, peluruh haid, dan mempermudah persalinan (parturifasien). Selain itu kemangi ini juga kaya dengan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui,yaitu : Minyak atsiri: Osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, amorfena, burnesena, kadinena, kopaena, kubebena, pinena, terpinena, santalena, sitral, dan kariofilena. Senyawa lain : Anetol, apigenin, asam askorbat, asam kafeat, eskuletin,eriodiktiol, eskulin, estragol, faenesol, histidin, magnesium,ß-carotene,ß-sitosterol.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Graf,Alfred Byrd;1992;Hortica A Color Cyclopedia of Garden Flora; New Jersey: Roehrs Company – Publishers.

Parkhust, Ronald W.;1999;The book of Ocimum and Hawaiian Tropical Flowers;Hawai; Pasific Isle Publishing Company.

Williams,Barry E & Hodgson, Ian;1990;Growing Ocimum; Kent: Christopher Helm (Publisher) Ltd

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

Laporan KKL Kebun Raya PURWODADI

LAPORAN KULIAH KERJA LAPANGAN

TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI

DI KEBUN RAYA PURWODADI

 

Disusun oleh :

Kelompok  : 1

  1. Munawwarotur Rohmah             (10620001)
  2. Khoirur Rizkiyah                           (10620002)
  3. Ayu Kusuma Dewi                                   (10620010)
  4. Lailatul Khoiriyah                         (10620011)
  5. Nurul Mawaddah                          (10620023)
  6. Fitra Arya Dwi N.                           (10620024)
  7. Wilda Sofiah                                  (10620026)
  8. Ivani Adarsania                             (10620032)
  9. Luluk Wahyuningtiyas                (10620033)

 

 

Asisten Pembimbing    : Nuris

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

PENGESAHAN

 

Laporan Kuliah Kerja Lapangan dengan praktikan :

1. Munawwarotur Rohmah             (10620001)

2. Khoirur Rizkiyah                           (10620002)

3. Ayu Kusuma Dewi                                   (10620010)

4. Lailatul Khoiriyah                         (10620011)

5. Nurul Mawaddah                          (10620023)

6. Fitra Arya Dwi N.                           (10620024)

7. Wilda Sofiah                                  (10620026)

8. Ivani Adarsania                             (10620032)

9. Luluk Wahyuningtiyas                (10620033)

 

 

telah disahkan sebagai salah satu tugas Praktikum Mata Kuliah Taksonomi Tumbuhan pada Jurusan Biologi Fakultas Sai Dan Teknologi Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang.

                                                                                    Malang,11 April 2012

 

Koordinator Kuliah Kerja Lapangan

Asisten Pembimbing: Nuris

 

 

 

KATA PENGANTAR

Perbedaan dasar yang digunakan dalam klasifikasi tumbuhan akan memberikan hasil klasifikasi yang berbeda – beda sehingga terbentuklah sistem klasifikasi yang berlainan. Berdasarkan tingkat peradababnnya, manusia yang pertama-tama melakukan kegiatan di bidang taksonomi tumbuhan khususnya klasifikasi pasti memilah-milah dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan atas kesaman ciri-ciri yang berkaitan langsung dengan kehidupan manusia.  Seiring dengan kemajuan teknologi dan peradaban ciri-ciri tumbuhan yang pada mulanya tidak dapat diamati dapat dipertimbangkan untuk dijadikan dasar dalam pengklasifikasian. Karena teknologi yang lebih maju telah dapat mengamati bagian tersebut Setelah lahirnya teori evolusi muncul sistem filogenentik yang mencita-citakan tercerminnya jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara golongan tumbuhan yang satu dengan golongan tumbuhan yang lain serta urutannya dalam sejarah perkembangan filogenetik tumbuhan.

Karena itu dengan  Berbekal pada sedikit pengetahuan akan ilmu-ilmu taksonomi maka kami sajikan beberapa jenis tumbuhan dari berbagai macam suku hasil dari penelitian berbagai macam tumbuhan di kebun raya purwodadi malang. ucapan terima kasih juga tak lupa kami sampaikan kepada bapak/ibu dosen, teman-teman dan semua pihak yang telah membantu sehingga terselesainya laporan ini dengan baik.

Penyusun sadar bahwa hasil laporan ini masih jauh dari sempurna, namun penyusun tetap berharap agar nantinya laporan KKL purwadadi ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri dan terlebih bagi teman-teman lainya. Maka dari itu kritik dan saran sangat kami harapkan agar lebih baik lagi pada laporan-laporan selanjutnya.

 

Malang, 13 april 2012

       Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………… i

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………………….. ii

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………….. iii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………. v

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………….. vi

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………………….. vii

 

BAB  I. PENDAHULUAN…………………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang………………………………………………………………………… 1
  2. Tujuan…………………………………………………………………………………….. 1
  3. Manfaat…………………………………………………………………………………… 2

 

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA…………………………………………………………………. 3

  1. Sruktur Vegetasi Hutan Tropika Basah…………………………………… 3
  2. Iklim Daerah Tropik…………………………………………………………………. 5
  3. Kebun Raya dan Pelestarian Plasma Nutfah…………………………. 6
  4. Pengelolaan Koleksi Herbarium……………………………………………… 9

 

BAB III. METODE PENELITIAN…………………………………………………………….. 10

  1. Waktu dan Tempat Penelitian……………………………………………….. 10
  2. Alat dan Bahan …………………………………………………………………….. 11
  3. Cara Kerja……………………………………………………………………………… 19

 

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………………………… 21

  1. Koleksi Herbarium…………………………………………………………………. 21
  2. Kebun Raya Purwodadi………………………………………………………… 40
  3. Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi……………………… 125

 

BAB V . KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………………………. 148

  1. Kesimpulan…………………………………………………………………………. 148
  2. Saran…………………………………………………………………………………… 149

 

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 151

LAMPIRAN

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang

Pada dasarnya Taksonomi tumbuhan adalah sebuah ilmu yang mengkhususkan diri dalam kegiatan identifikasi tumbuhan serta penempatan dan pemberian nama bagi tumbuhan-tumbuhan baru. Kegiatan ini sangat dipengaruhi dari keadaan morfologi dan anatomi dari tumbuhan yang dimaksud. Karena, Klasifikasi Tumbuhan adalah proses penempatan tumbuhan ke dalam tingkatannya masing-masing berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak, baik dari sisi morfologi ataupun dari segi anatominya.

Untuk itu dilakukan KKL di Kebun Raya Purwodadi ini agar siswa jurusan Biologi angkatan 2010 dapat mengerti tumbuhan apa saja yang di pelihara di Kebun Raya Puwodadi bagaimana ciri-ciri tumbuhan tersebut apakah ada ciri khusus dari masing-masing spesies. Dan di samping itu bisa untuk berekreasi, merefresh pikiran dll.

 

 

 

 

1.2  Tujuan

  1. Mengetahui tata cara pembuatan, penyimpanan, dan pendataan koleksi herbarium di Kebun Raya.
  2. Mengetahui keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Kebun Raya
  1. Mengadakan pengamatan terhadap spesies untuk mengetahui ciri khusus/karakteristik dari masing-masing spesies.       

 

 

1.3  Manfaat

  1. Mahasiswa dapat mengetahui tata cara pembuatan, penyimpanan, dan pendataan koleksi herbarium di Kebun Raya Purwodadi.
  2. Mahasiswa dapat Mengetahui keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Kebun Raya Purwodadi.
  3. Mahasiswa dapat mengadakan pengamatan terhadap spesies untuk mengetahui ciri khusus/karakteristik dari masing-masing spesies.                                                       

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, tersebar dari Sabang hingga ke Merauke. Sebagian besar dari pulau-pulau tersebut merupakan pulau-pulau berukuran kecil yang memiliki keanekaragaman tumbuhan, hewan, jasad renik yang tinggi. Hal ini terjadi karena keadaan alam yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam pulau yang sama. Sistem perpaduan antara sumber daya hayati dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem, yang masing-masing menampilkan kekhususan pula dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat didalamnya, diantaranya adalah ekosistem hutan (Irwanto, 2007).

Indonesia terletak di daerah tropik, sehingga hutan yang ada bertipe hutan tropik. Hutan ini sangat beranekaragam terhadap tipe, komposisi maupun strukturnya. Ada hutan yang tumbuh dengan baik sehingga memiliki struktur lengkap mulai dari tumbuhan tingkat bawah sampai pohon yang tingginya mencapai 100 meter (Indriyanto, 2008).

Tantangan sangat penting di bidang kehutanan saat ini salah satunya adalah membangun hutan dan menghutankan kembali hutan bekas penebangan. Alasannya adalah adanya manfaat hutan secara langsung maupun tidak langsung untuk kehidupan masyarakat di sekitarnya (Septiyani, 2010).

Hutan akan lestari apabila proses regenerasi tegakan berjalan baik, dengan melalui pemudaan alam atau buatan. Pemudaan hutan mutlak dilakukan terhadap setiap kawasan hutan agar dapat berfungsi secara maksimal dan berkelanjutan (Indriyanto, 2008). Pemudaan merupakan proses regenerasi tegakan hutan, baik mengandalkan proses alam maupun penanganan manusia. Setiap tahap proses perkembangannya, mudah tidaknya pemudaan di suatu kawasan hutan bergantung pada sifat-sifat jenis tegakan, tempat tumbuh, proses-proses daur air dan hara (Alikodra, 1997, Indriyanto, 2008).                                                                                     Taman Margasatwa yang terletak di Ragunan Pasar Minggu Jakarta, berdasarkan Perda No.13 tahun 1998 memiliki tugas pokok diantaranya melakukan konservasi, mempertahankan daerah resapan air, paru-paru kota. Sesuai dengan tugas tersebut, dalam menambah koleksi satwa, menanam dan merawat jenis tumbuhan, juga membangun kawasan konservasi. Atas dasar ini dapat memaksimalkan fungsi dan peranan Taman Margasatwa Ragunan (TMR) dalam mendukung upaya-upaya konservasif, riset dan edukasi, selain disiapkan untuk menjadi tempat tujuan rekreasi atau sebuah kebun binatang yang modern. Untuk memaksimalkan fungsi dan peran tersebut, juga menanam dan merawat jenis-jenis tumbuhan dan bahkan membangun hutan di kawasan konservasi yang luasnya mencapai 6,410 Ha (Jakartazoo.org, 2008).                        Jenis-jenis pohon dapat tumbuh disuatu tempat dengan kecepatan pertumbuhan yang berbeda-beda, termasuk tumbuhan yang ada di kawasan hutan di kawasan konservasi Taman Margasatwa Ragunan. Hal ini tergantung oleh faktor tempat tumbuh yang merupakan gabungan dari iklim dan tanah (Kadri, 1992).

 

 

  1. A.   Komposisi dan keanekaragaman jenis

 

Struktur tumbuhan adalah organisasi individu – individu di dalam ruang yang membentuk tipe vegetasi atau asosiasi tumbuhan. Komposisi tumbuhan merupakan jumlah jenis yang terdapat dalam suatu komunitas tumbuhan (Purborini, 2006). Menurut Kershaw (1973), struktur vegetasi terdiri dari 3 penyusun, yaitu:

  1. Struktur vegetasi berupa vegetasi secara vertikal yang merupakan diagram profil yang melukiskan lapisan pohon, tihang, sapihan, semai dan herba penyusun vegetasi.
  2. Sebaranhorizontaldari jenis-jenis penyusun komunitas yang menggambarkan letak dari suatu individu terhadap individu lain.
  3. Penyusun vegetasi ada 5 aras, yaitu fisiognomi vegetasi, struktur biomassa, life form ( growth form ), struktur floristik dan struktur tegakan ( Mueler-Dumbois & Ellenberg, 1974 ).

Kelimpahan (abundance) setiap jenis dalam suatu komunitas. Struktur suatu vegetasi terdiri dari individu-individu yang membentuk tegakan di dalam suatu ruang. Komunitas tumbuhan terdiri dari sekelompok tumbuh-tumbuhan yang masing-masing individu mempertahankan sifatnya (Dombois, 1974).

Struktur suatu masyarakat tumbuhan pada hutan hujan tropika basah dapat dilihat dari gambaran umum stratifikasi pohon-pohon perdu dan herba tanah. Kershaw (1973) menyatakan, stratifikasi hutan hujan tropika dapat dibedakan menjadi 5 lapisan, yaitu : Lapisan A (lapisan pohon-pohon yang tertinggi atau emergent), lapisan B dan C (lapisan pohon-pohon yang berukuran sedang), lapisan D (lapisan semak dan belukar) dan lapisan E (lantai hutan). Komposisi atau kekayaan jenis adalah jumlah jenis pada suatu area/ komunitas. Komposisi jenis suatu komunitas sangat penting karena komunitas sebagian besar ditentukan oleh dasar-dasar floristik (jenis-jenis yang terdapat dalam suatu komunitas). Beberapa komunitas memiliki fisiognomi (kenampakan luar) serupa, tetapi berbeda dalam identitas jenis dominan atas jenis penyusun lainnya (Rusmendro, 2007).

Diversitas atau keanekaragaman merupakan suatu keragaman diantara anggota suatu komunitas (Supriatno, 2001). Deshmukh (1992) mengartikan keanekaragaman sebagai gabungan antara jumlah jenis dan jumlah individu masing-masing jenis dalam suatu komunitas atau sering disebut kekayaan jenis. Menurut Resosoedarmo dkk (1984), keanekaragaman kecil terdapat pada komunitas yang ada di daerah dengan lingkungan yang ekstrim, seperti daerah kering, tanah miskin, dan pegunungan tinggi. Sementara itu keanekaragaman tinggi terdapat di daerah dengan lingkungan optimum.

Suatu daerah yang didominansi oleh hanya jenis-jenis tertentu saja, maka daerah tersebut dikatakan memiliki keanekaragaman jenis yang rendah. Keanekaragaman jenis yang tinggi menunjukan bahwa suatu komunitas memiliki kompleksitas yang tinggi, karena di dalam komunitas itu terjadi interaksi antara jenis yang tinggi. Lebih lanjut dikatakan, keanekaragaman merupakan ciri dari suatu komunitas terutama dikaitkan dengan jumlah individu tiap jenis pada komunitas tersebut. Keanekaragaman jenis menyatakan suatu ukuran yang menggambarkan variasi jenis tumbuhan dari suatu komunitas yang dipengaruhi oleh jumlah jenis dan kelimpahan relatif dari setiap jenis (Latifah, 2004).

Indeks keanekaragaman digunakan untuk mengetahui pengaruh gangguan terhadap lingkungan atau untuk mengetahui tahapan suksesi dan kestabilan dari komunitas tumbuhan pada suatu lokasi (Odum, 1996). Menurut Ariyati dkk (2007), nilai indeks keanekaragaman rendah menunjukkan bahwa terdapat tekanan ekologi tinggi, baik yang berasal dari faktor biotik (persaingan antar individu tumbuhan untuk setiap tingkatan) atau faktor abiotik. Tekanan ekologi yang tinggi tersebut menyebabkan tidak semua jenis tumbuhan dapat bertahan hidup di suatu lingkungan.

Menurut Odum (1993) ada dua komponen keanekaragaman jenis, yaitu kekayaan jenis dan kesamarataan. Kekayaan jenis adalah jumlah jenis dalam suatu komunitas. Keanekaragaman jenis cenderung besar dalam suatu komunitas yang lebih tua. Keanekaragaman jenis cenderung kecil untuk komunitas yang baru dibentuk. Kesamarataan adalah pembagian individu yang merata diantara jenis. Pada kenyataannya setiap jenis itu mempunyai jumlah individu yang tidak sama.

  1. B.   Struktur Komunitas Tumbuhan

Untuk memudahkan dalam mengenal dan mempelajari makhluk hidup, diperlukan pengklasifikasian dengan dasar dan tujuan tertentu. Klasifikasi memiliki manfaat penting yang dapat langsung diterapkan bagi kepentingan manusia (Syamsuri, 2000).

Komunitas dapat disebut dan diklasifikasikan menurut bentuk atau sifat struktur utama, misalnya jenis dominan; bentuk-bentuk hidup, habitat fisik dari komunitas, sifat atau tanda fungsional, misalnya tipe metabolisme komunitas. Keanekaragaman jenis dan kelimpahan individumasing-masing jenis (kemerataan) tidak berarti satu-satunya hal yang terlibat di dalam keanekaragaman komunitas. Pengaruh populasi terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya tergantung kepada jenis tertentu dari organisme yang terlibat, tetapi juga tergantung kepada jumlahnya atau kerapatan populasinya (Odum, 1993).

Komunitas adalah kumpulan populasi yang hidup pada habitat tertentu. Menurut Odum (1973), komunitas yang merupakan bagian hidup ekosistem dapat diklasifikasikan berdasarkan:

  1. Bentuk atau sifat struktur utama, seperti jenis dominan dan bentuk hidup (lifeform)
  2. Habitat komunitas
  3. Sifat-sifat atau tanda-tanda fungsional, misalnya tipe metabolisme komunitas.

Tipe komunitas terjadi karena adanya sifat yang berbeda dalam dominansi jenis, komposisi jenis, struktur lapisan tajuk atau juga dominansi bentuk pertumbuhan (Whittaker, 1975). Komunitas hutan merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh karena komunitas  terbentuk secara berangsur-angsur melalui beberapa tahap invasi oleh tumbuhan, adaptasi, agregasi, persaingan dan penguasaan, reaksi terhadap tempat tumbuh dan stabilitasi. Perubahan dalam komunitas atau suksesi selalu terjadi, bahkan dalam komunitas hutan yang stabil pun selalu terjadi perubahan (Indriyanto, 2005).

Pada suatu suatu jenis ditentukan berdasarkan besarnya frekuensi, kerapatan dan dominansi setiap jenis. Penguasaan suatu jenis terhadap jenis-jenis lain ditentukan berdasarkan Indeks Nilai Penting, volume, biomassa, persentase penutupan tajuk, luas bidang dasar atau banyaknya individu atau kelimpahan  (Soerianegara,1996).

Frekuensi suatu jenis menunjukan penyebaran jenis-jenis dalam areal tertentu. Jenis yang menyebar secara merata mempunyai nilai frekuensi yang besar, sebaliknya jenis-jenis yang mempunyai nilai frekuensi kecil mempunyai daerah sebaran yang kurang luas. Kerapatan dari suatu jenis merupakan nilai yang menunjukan jumlah atau banyaknya suatu jenis per satuan luas, makin besar kerapatan suatu jenis, makin banyak individu jenis tersebut per satuan luas. Dominansi suatu jenis merupakan nilai yang menunjukan peguasaan jenis terhadap komunitas (Soerianegara,1996).

Nilai penting didefinisikan sebagai gabungan dari densitas/ kerapatan relatif (KR), frekuensi relatif (FR), dan dominansi relatif (DR). Kondisi ini menyebabkan nilai penting suatu jenis maksimum adalah 300% (KR=100%, FR=100%, DR=100%), bila dalam suatu tegakan hanya terdiri dari satu jenis saja (Curtis dan Mc.Intosh, 1951). Whittaker, 1975, menyebutkan bahwa nilai penting dapat ditentukan berdasarkan salah satu atau dua nilai, tetapi lebih banyak nilai dijadikan dasar akan menjadi lebih baik dan mendekati kebenaran dalam menentukan dominansi atau penguasaan jenis di dalam suatu komunitas (Rusmendro, 2003).

Pertumbuhan tumbuhan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor tempat tumbuh seperti: kerapatan tegakan, karakteristik umur tegakan, faktor iklim (temperatur, presipitasi, kecepatan angin dan kelembaban udara), serta faktor tanah (sifat fisik, komposisi bahan kimia, dan komponen mikrobiologi tanah). Diameter merupakan salah satu dimensi pohon yang paling sering digunakan sebagai parameter pertumbuhan. Pertumbuhan diameter dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis. Pertumbuhan diameter berlangsung apabila keperluan hasil fotosintesis untuk respirasi, penggantian daun, pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi (Latifah, 2004).

Pertumbuhan tinggi tumbuhan dipengaruhi oleh perbedaan kecepatan pembentukan dedaunan bergantung pada kualitas tempat tumbuh. Setidaknya terdapat tiga faktor lingkungan dan satu faktor genetik (intern) yang sangat nyata berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi yaitu kandungan nutrien mineral tanah, kelembaban tanah, cahaya matahari, serta keseimbangan sifat genetik antara pertumbuhan tinggi dan diameter suatu pohon (Davis danJhonson, 1987).

Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akan berbeda dengan vegetasi di tempat 1ain karena berbeda faktor lingkungannya. Vegetasi hutan merupakan sesuatu sistem yang dinamis, selalu berkembang sesuai dengan keadaan habitatnya (Greig, 1983).

Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk (struktur) vegetasi dari masyarakat tumbuh-tumbuhan. Unsur struktur vegetasi adalah bentuk pertumbuhan, stratifikasi dan penutupan tajuk. Untuk keperluan analisis vegetasi diperlukan data-data jenis, diameter dan tinggi untuk menentukan indeks nilai penting dari penyusun komunitas hutan tersebut. Berdasarkan analisis vegetasi dapat diperoleh informasi kuantitatif tentang struktur dan komposisi suatu komunitas tumbuhan. Tujuan pendugaan kuantitatif komunitas vegetasi dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu (1) pendugaan komposisi vegetasi dalam suatu areal dengan batas-batas jenis dan membandingkan dengan areal lain atau areal yang sama namun waktu pengamatan berbeda; (2) menduga tentang keragaman jenis dalam suatu areal dan (3) melakukan korelasi antara perbedaan vegetasi dengan faktor lingkungan tertentu atau beberapa faktor lingkungan (Greig, 1983).

Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengamatan yang sifatnya permanen atau sementara. Menurut Soerianegara (1978) petak-petak tersebut dapat berupa petak tunggal, petak ganda ataupun berbentuk jalur atau dengan metode tanpa petak.

  1. C.   Kebun Raya Purwodadi  

Kebun Raya Purwodadi merupakan lembaga yang  dan bahan bangunan mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan konservasi, penelitian, dan pendidikan flora.

Adapun koleksi-koleksi yang dikelola di kebun raya purwodadi adalah

  1. Koleksi bambu, untuk kategory bambu ini kebun raya purwodadi mempunyai 30 jenis bambu, yang diantaranya diambil dari pulau jawa, sulawesi, maluku, dan dari luar negeri seperti Thailand, china, dan birma.untuk tanaman bambu ini terletak disebelah selatan kebun raya.
  2. Koleksi Palem, untuk kategori palem ini terletak ditengah kebun raya, palem ini merupakan salah satu tanaman yang berumur ratusan tahun.
  3. Koleksi Paku, untuk kategori tanaman paku ini kebun raya purwodadi mempunyai 60 jenis tanaman paku. Tanaman paku ini terletak disebelah timur kebun raya yang lokasinya dekat dengan sungai dan air terjun yang ada disana.
  4. koleksi Polong-polongan, untuk kategori polong – polongan ini kebun raya purwodadi mempunyai 157 jenis tanaman polong – polongan, yang terdiri dari 70 marga. Untuk kategori ini berada disebelah utara kebun raya.
  5. Koleksi Obat, untuk kategori ini berada di sebelah timur kebun raya,. Untuk tanaman obat ini saya belum mengetahui jelas detailnya, yang pasti saya melihat banyak buah mengkudu/pace disana.

 

Kebun Raya Purwodadi – LIPI

Jln. Raya Surabaya – Malang KM. 65

Tlp. (0341) – 426046 / 424076

(0343) – 615033

Fak. (0341) – 426046 ,(0343) – 615033

 

 

Setelah mencermati pengarahan dan penjelasan dari pemandu kebun raya tersebut yaitu Bapak kiswoyo, beliau menerangkan tentang berbagai banyak family kemudian ke spesiesnya. Adapun famili-famili tersebut slah satunya adalah:

  1. Fabaceae adalah nama botani untuk sebuah famili tumbuhan yang besar, yang terdiri dari tiga subfamili, yaitu Caesalpinioideae, Mimosoideae dan Faboideae (padanannya dalam Leguminosae ialah Papilionoideae). Subfamili Mimosoideae dan Caesalpinioideae terkadang dinaikkan ke peringkat famili Mimosaceae dan Caesalpiniaceae, sehingga mempunyai dua nama botani yaitu Fabaceae atau Papilionac eae.

Leguminosae (atau Fabaceae sensu lato) ialah famili tanaman berbunga yang kedua besar, dengan 650 genus dan melebihi 18.000 spesies.Spesies-spesies ini merupakan kacang-kacangan dan famili ini terdiri daripada beberapa sumber makanan yang paling bernilai, seperti kacang, kacang pea, kacang tanah, kacang soya, dan lentil.Spesies yang lain merupakan sumber makanan hewan, dan termasuk lupin, klover, alfalfa, cassia, dan kacang soya. Genus seperti Laburnum,  Robinia,  Gleditsia,  Acacia,  Mimosa, dan Delonix merupakan tanaman hias. Spesies-spesies yang lain mempunyai sifat pengobatan atau insektisida, umpamanya Derris, ataupun menghasilkan bahan-bahan yang penting seperti gam arab, tanin, pewarna, atau damar. Terdapat juga tanaman khusus, satu spesies Asia timur yang pernah ditanam di bahagian tenggara Amerika Serikat untuk perbaikan tanah dan sebagai makanan lembu.Penanaman spesies ini telah dihentikan karena tanaman ini telah menjadi gulma yang tumbuh di mana-mana.

Secara umum, tumbuhan-tumbuhan legum ini dikelaskan kepada tiga subfamili (terkadang dinaikkan ke peringkat famili dalam order Fabales), berdasarkan morfologi bunga, khususnya bentuk kelopaknya:

a)    Caesalpinioideae (Caesalpiniaceae): Bunganya bersifat zigomorph, tetapi amat berbeda, seperti bunga Cercis kelihatan amat serupa dengan bunga Faboideae, dan bunga Bauhinia mempunyai lima kelopak yang sama besar dan bersimetri.

b)    Mimosoideae (Mimosaceae): Kelopaknya kecil dan sering berbentuk globos atau spikat, dengan stamen yang merupakan bahagian bunga yang paling menonjol.

c)    Faboideae atau Papilionoideae (Fabaceae sensu strictu atau Papilionaceae): Salah satu daripada lima kelopaknya adalah besar serta mempunyai garis. Dua kelopak yang bersebelahannya terletak di tepi bunga, sedangkan dua kelopak yang tinggal terletak di bahagian bawah bunga dan digabungkan pada pangkalnya untuk membentuk struktur.

  1. Herba atau perdu, jarang pohon. Daun tersebar atau berpasangan (tetapi tidak berhadapan), tunggal atau menyirip. Bunga beraturan, kadang-kadang zygomorph, berkelamin 2, kadang-kadang berkelamin 1, kebanyakan berbilangan 5, dengan kelopak dan mahkota yang berdaun lekat; mahkota berbentuk corong bentuk terompet, bentuk piring atau bentuk roda; benang sari 5, jarang 4; kepala sari sering menggantung atau saling menutup, beruang 2; bakal buah menumpang, kebanyakan beruang 2; bakal biji banyak tiap ruangnya; tangkai putik 1, bentuk benang. Buah buni atau buah kotak (Steenis,1978).

 

      Genus: Brugmansia, Brunfelsia, Capsicum, Cestrum, Solandra, Solanum.

Genus: Solandra

      Spesies:Solandra hitida

      Sifat Fisik

Tanaman ini disebut juga cangkir mas, memiliki bunga yang muncul di ujung

tangkai menjulur, agak besar menyerupai piala. Mahkota bunganya pendek

berkerut, berwarna kuning lembut dengan garis coklat di bagian dalam.

 

 

Daunnya besar-besar berukuran 10-15 cm, tebal, berbentuk lonjong, dan berwarna hijau. Dahan tanaman ini mengandung zat kayu yang keras (Emir dkk, 2006).

 

      Sifat Ekologis

Tumbuh baik di tempat terbuka atau sedikit terlindung sinar  matahari dengan penyiraman secukupnya. Perbanyakan dengan cangkok atau stek batang.Kegunaan dalam Lanskap Tanaman ini digunakan sebagai penghias pergola dan pagar.

 

 

 

 

 

  1. Annonaceae

Annonaceae, juga disebut suku sirkaya-sirkayaan adalah suku dari tanaman berbunga yang terdiri dari pohon-pohon, semak atau jarang lianas.Dengan kira-kira 2300-2500 spesies dan lebih dari 130 genera, Annonaceae adalah famili terbesar di ordo Magnoliales.Hanya empat genera, Annona, Rollinia, Uvaria dan Asimina menghasilkan buah-buahan yang dapat dimakan. Suku ini terkonsentrasi di daerah tropis, sekitar 900 spesies Neotropical, 450 adalah Afrotropical, dan spesies lain Indomalayan.

DESKRIPSI UMUM

Habitus : Kebanyakan berupa pohon atau semak, beberapa liana dengan kulit batang, daun, dan bunga aromatic. Hidup di daerah tropis.
Habitus Annonaceae

Batang dan Daun : Kulit batang berserat dan aromatik, empulur terpisah (baik secara tangensial maupun partisi). Percabangan simpodial dapat juga dikotom. Daun tunggal atau majemul, tulang daun menyirip.Duduk daun tersebar atau berseling, tanpa daun penumpu..

 

Bunga : Tangkai bunga aksilaris ,meninggalkan bekas pada batang yang tua atau pada tunas-tunas daun yang baru. Bunga biasanya trimerous; ditanggung sendiri-sendiri atau dalam senyawa inflorescences; biseksual dan jarang berkelamin tunggal.Reseptakel mungkin menjadi membesar, peningkatan atau flat.Biasanya dua gigih untuk empat daun yang berbeda atau bawaan (menyatu) di pangkalan.Bunga banci, jarang berkelamin tunggal, aktinomorf, biasanya berbilangan 3, seringkali mempunyai 2 lingkaran daun-daun mahkota. Benangsari banyak, bakal buah 1 sampai banyak, bebas satu sama lain, masing-masing berisi banyak atau 1 bakal biji saja, letaknya pada kampuh perut atau basal, tiap bakal biji mempunyai 2 integumen Bermacam-macam bungaAnnonaceae
Buah dan Biji : Buah kebanyakan berupa buah buni, kadang-kadang berupa buah buni ganda. Biji dengan endosperm berbelah dan lembaga yang kecil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1  Waktu Dan Tempat

KKL tersebut dilakukan di jalan Raya Malang Surabaya di kebun Raya Purwodadi mulai dari pukul 07.00-15.00.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

4.1 Codiaeum  variegatum (Puring)

 

  1. KLASIFIKASI

Kingdom Plantae

Divisi Spermatophyta

Subdivisi Angiospermae

Kelas Dicotyledoneae

Ordo Euphorbiales

Famili Euphorbiaceae

Genus Codiaeum

Spesies Codiaeum  variegatum

  1. HABITUS

Habitus dari tumbuhan Puring (Codium variegatum) adalah perdu.

 

  1. HABITAT

Tanaman ini tumbuh tersebar dari daerah beriklim panas hingga daerah subtropika.hingga saat ini belun ada data pasti yang menunjukkan asal tanaman ini , menurut beberapa sumber pustaka puring sudah lama ada di Indonesia dan pertama kali ditemukan di kepualauan Maluku yang dimanfaatkan sebagai tanaman palgar atau pekuburan.

Tanaman Puring di Indonesia dapat tumbuh di dataran rendah ataupun di dataran tinggi, dengan ketinggian mencapai 1.500 m dpl.Untuk mendapatkan warna yang jelas dan cerah yakni dengan intensitas cahay yang penuh dan temperature udarah sekitar 20-35 derajat celcius.puring tidak membutuhkan bannyhak air sehingga puring dapat tumbuh didaerah kering, yakni kelembapan udara sekitar 30%-60%.

Tanama puring sering dijuluki tanaman kuburan, karena dapat tumbuh diberbagi jenis tanah, tidak memerlukan jenis tanah khusus.Puring tumbuh mulai dari jenis tanah yang berat, lempung berpasir, hingga tanah ringan.Sebagai tanaman yang dibudidayakan Puring dapat ditanam di Pot atgau di kebun terbuka.untk mendapatkan tanaman yhang baik, dibutuhkan jenis tanah yang banyak mengandung zat organik, subur dan gembur. sertag tanha berkisar 5-8.

 

  1. DESKRIPSI
    1. Daun

Bentuk daun tanaman Puring bervariasi, ada yang berbentuk pita yang panjangnya 5cm-30 cm, elips obling, bulat, hingga seperti ujung tombak. perukaan daun ada yang rata, begelombang, dan berpilin. warna daun juga bervariasi, ada yang berwarna hijau tua polos dan ada juga yang memiliki lebih dari 3 macam warna, dengan variasi hijau, cpklat, merah, biru dan kuning. Coraknya ada yang berbintik-bintik, bergaris-garis dan belang-belang.

  1. Tangkai

Tangkainya berbentuk silindris, mempunyai tegkstur kasar, berwarna coklat, dan tidak berkambium.batangnya kecil mudcah dipatahkan, dan juga berkayu, bergetah yang berwarna bening hingga putih.

  1. Bunga

bunganya termasuk bunga telanjang, denagn benang sari yang banyak dan tersusun berangkai dalam satu bunga. biasanya bunganya berwarna putih, penyerbukannya dibantu leh angin.

  1. Manfaat

Tanaman Puring selain sebagai penghias pagar dan pekarangan rumah pucuk daun mudanya juga dapat dimanfaatkan sebagai lalapan, tanaman hias, dan obat-obatan tradisional.kegunaan penting antara lain sebagai berikut :

  1. Akar dan kulit tanaman Puring digunakan untuk menyamak kulit karena tanaman puring mengandung zat penyamak.
  2. Air rebusan daun puring bisa digunakan untuk memperlancar keluarnya keringat, caranya air rebusan tersebut digunakan untuk mandi.
  3. air rebusan daunPuring juga bisa dimanfaatkan untuk mengibati penyakit panas. dengan cara meminum air rebusan tersebut.
  4. Air rebusan daun puring dengan jenis air mancur bisa digunakan untuk ,engobati penyakit raja singa.
  5. Mengobati penyakit diare. dengan  cara mengambil bagian babagan dari tanaman terus merebusnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Lannea coromandalica

 

  1. KLASIFIKASI

Kingdom Plantae

Divisi Magnoliphyta

Kelas Magnoliopsida

Ordo Sapindales

Famili Anacardiaceae

Genus Lannea

Spesies Lannea coromandalica

Nama Daerah :

  • Jawa : Ki Kuda (Sunda), Kedondong (Jawa Tengah), Kayu Palembang (Madura), Santen (Banyu wangi)
  • Sumatera : Kayu Kuda (Melayu)

 

  1. HABITUS

Perawakan atau habitus dari Lannea coromandalica adalah Pohon.

 

  1. HABITAT

Tanaman ini tumbuh tersebar dari daerah beriklim panas hingga daerah subtropika.hingga saat ini belun ada data pasti yang menunjukkan asal tanaman ini ,Tanaman ini di Indonesia dapat tumbuh di dataran rendah ataupun di dataran tinggi, dengan ketinggian mencapai 1.500 m dpl. Untuk mendapatkan warna yang jelas dan cerah yakni dengan intensitas cahay yang penuh dan temperature udarah sekitar 20-35 derajat celcius.puringtidak membutuhkan bannyhak air sehingga puring dapat tumbuh didaerah kering, yakni kelembapan udara sekitar 30%-60%.

 

  1. DESKRIPSI
    1. Daun

Bentuk daun Majemuk, menyirip, anak daun lirna sampai lima belas, berhadapan, bertangkai pendek, bentuk bulat memanjang, ujung dan pangkal runcing, pertulangan menyirip. panjang 6-10 cm,lebar 25-50 mm, hijau.

  1. Bunga

Bunganya berbentuk  Majemuk, bentuk malai, kelopak panjang ± 1 mm, benang sari delapan sampai sepuluh, kuning, putik empat, pendek, kuning kehijauan.

  1. Buah

Buahnya berbentuk buah  Buni, bulat memanjang, masih muda hijau setelah tua hijau kuning.

  1. Biji

Mempunyai biji yang berbentuk Bulat, berserat dan berwarna putih.

  1. Akar

Mempunyai bentuk akar  Tunggang, putih kotor.

  1. Batang

Bentuk batangnya berkayu, bulat, bercabang, bekas daun nampak jelas, masih muda hijau setelah tua putih kehijauan

 

  1. MANFAAT

Manfaat dari tumbuhan Lannea coromandalica, adalah sebagai berikut :

  1. Kulit batangnya berkhasiat sebagai obat mencret dan obat sariawan. Untuk  obat mencret dipakai ± 15 gram kulit
  2. batang  segarnya,  dicuci  lalu  dipotong  kecil-kecil,  direbus  dengan  2  gelas  air  selama  15  menit  setelah  dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

4.3 SIMPUR AIR(Dillenia suffruticosa)

 

Bunga yang masih muda                                             Bunga yang sudah tua

1.Klasifikasi
Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    Spermatophyta (Menghasilkan biji)
DivisI  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas    Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas   Dilleniidae
Ordo  Dilleniales
Famili  Dilleniaceae (suku simpur-simpuran)
Genus  Dillenia
Spesies: Dillenia suffruticosa Griff. ex Hook

2.Deskripsi

CIRI-CIRI

-Daun sederhana,Urat daun menyirip

-Tangkai daun bersayap sepanjang seluruh panjang daun

-Bunga sekitar 95mm,kuning,terkadang di atur dalam cluster terang

-Buah sekitar 23mm kapsul,merah panjang,pecah,biji dengan aril merah

-Tinggi hingga 700m di atas permukaan laut

 

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur menahun (perenial), tinggi 10 – 15 m. Akar tunggang.Batang aerial, berkayu, silindris, tegak, warna cokelat kehijauan, kulit tanpa alur, permukaan kasar, percabangan simpodial (batang utama tidak tampak jelas), arah cabang miring ke atas atau mendatar. Daun tunggal, bertangkai, tersusun selang-seling (alternate), warna saat muda cokelat kemerahan – setelah dewasa hijau, panjang 15 – 20 cm, lebar 5 – 7 cm, bentuk lonjong memanjang (oblongus), ujung runcing (acutus), pangkal tumpul (obtusus), tepi bergerigi (serratus), pertulangan menyirip (pinnate), permukaan halus (glaber), tidak pernah meluruh Bunga tunggal, muncul dari ketiak daun (axillaris) atau ujung batang (terminalis), bertangkai pendek, panjang mahkota 2 – 3 mm, 5 helai, tidak berlekatan (polypetalus), warna kelopak hijau Buah buni (bacca), bulat Perbanyaan Generatif (biji).

HABITAT DAN EKOLOGI

Terutama di hutan sekunder atau dalam pembukaan lahan di hutan-hutan tidak terganggu, bahkan di Keranga – kesehatan hutan di tanah podsolik dari tropis serta sepanjang sungai.Kebanyakan pada aluvial (tanah aluvial) seperti Rawa, hutan bakau, tepi sungai, tapi kadang-kadang juga ditemukan di bukit dan pegunungan.Pada liat ke tanah berpasir. Pembungaan terus menerus, setiap bunga terbuka untuk satu hari saja, di antara dua bunga dari buah yang sama adalah jarak sekitar 3-4 hari. Pemasakan buah setelah 36 hari.

 

Manfaat

Sifat obat daun dan akar digunakan dalam nyeri peradangan, gatal-gatal, sakit perut, dan meringankan setelah melahirkan.Selanjutnya, tanaman ini digunakan untuk ritual keagamaan dan sebagai tanaman hias.Benih sebagai pakan burung.Dalam keadaan darurat buah ini dapat di makan mentah.

 

 

 

 

 

4.4 Buah kawista (Limonia acidissima)

 

 

 

 

 

 

 

 

Klasifikasi

 

 

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  Rosidae
Ordo  Sapindales
Famili  Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus  Limonia
Spesies: Limonia acidissima L.

 

Habitat

Pohon Kawista tumbuh di daerah tropis dengan kondisi tanah yang kering.Tumbuhan penghasil buah ini merupakan tanaman dataran rendah yang mampu tumbuh hingga pada ketinggian 400 mdpl.

Kawista tumbuh alami di daerah Sri Lanka, India, Myanmar, dan Indocina, kemudian menyebar hingga ke Malaysia dan Indonesia.Pohon Kawista juga sudah diintrodusir ke Amerika. Di Indonesia, Kawista tumbuh alami di daerah pesisir utara pulau Jawa.

Habitus :pohon

 

Akar 

Akarnya berupa akar tunggang

Batang

Batang anakannya ramping, sedikit berbiku-biku (zigzag); 1-4 lembar daun pertama berbentuk daun tunggal. Pohon kawista memperlihatkan pola perkembangan yang sederhana, yaitu

Daun

Daunnya majemuk berukuran panjang sampai 12 cm, bersirip ganjil dengan rakis dan tangkainya yang bersayap sempit; anak daunnya berhadapan, 2-3 pasang, anak daun ujung berbentuk bundar telur sungsang, panjangnya sampai 4 cm, memiliki kelenjar minyak, dan jika daun diremas mengeluarkan sedikit aroma

Bunga

Bunga Kawista biasanya bergerombol dengan warna putih atau hijau dan kemerahan.Bunga keluar dari ketiak daun atau terletak di ujung ranting.Bunga jantan dan bunga sempurnanya berbilangan lima, berwarna putih, hijau atau lembayung-kemerahan, biasanya bergerombol dalam perbungaan yang kendur, terletak di ujung ranting atau di ketiak daun.

Biji

Bijinya berukuran panjang 5-6 mm, berbulu, berkeping biji tebal dan berwarna hijau; perkecambahannya epigeal.

Buah 

Buahnya bertipe buah buni, berkulit keras, berdiameter sampai 10 cm; permukaan kulitnya bersisik, terlepas-lepas, berwarna keputih-putihan; daging buahnya yang harum itu berisi banyak biji yang berlendir. Buah Kawista yang telah cukup masak akan jatuh dengan sendirinya. Karena kulit buahnya yang keras, meskipun jatuh buah ini tidak akan rusak.

 

 

 

Manfaat

Kawista dapat dimakan langsung.Atau diolah menjadi berbagai komoditas seperti sirup dan dodol.Selain itu Buah kawista yang matang dipercaya mampu menjadi obat menurunkan panas dan sakit perut, serta dimanfaatkan sebagai tonikum.

Kulit batang pohon Kawista dipercaya juga dapat menjadi campuran jamu untuk mengatasi haid yang berlebihan, gangguan hati, mengatasi mual-mual, bahkan untuk mengobati luka akibat gigitan serangga.

Di Sri Lanka, krim kawista merupakan hasil olahan dari daging buahnya. Di India juga buah kawista dimanfaatkan dengan cara yang bersamaan dengan kerabat dekatnya yaitu maja (Aegle marmelos (L.) Correa), tetapi tidak dapat menggantikan maja itu.

Kayu kawista digunakan untuk bangunan rumah, tiang dan perabotan pertanian. Getah yang dikumpulkan dari kulit kayunya dilaporkan memiliki manfaat obat, dan digunakan sebagai pengganti gom arab.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5 Peperomia pellucida 

 

 

 

Klasifikasi tanaman Suruhan (Peperomia pellucida)

 

Kerajaan : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Anak divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Anak kelas : Magnoliidae

Bangsa : Piperales

Suku : Piperaceae

Marga : PeperomiaJenis :

Spesies Peperomia pellucida

Diskripsi :

Peperomia pelusida adalah, tahunan dangkal-berakar ramuan, biasanya tumbuh hingga ketinggian sekitar 15 sampai 45 cm. itu ditandai dengan batang sukulen, mengkilap, berbentuk hati, daun berdaging dan kecil, dot-seperti biji yang melekat pada paku berbuah beberapa. Memiliki bau mustard seperti bila diremas.Para Piperaceae keluarga terdiri dari sekitar selusin genera dan sekitar 3000 spesies.Para Peperomia genus mewakili hampir setengah dari Piperaceae dengan genus Piper membuat sebagian besar sisanya.

Batang :

Tinggi batang 20 sampai 40 cm, berair, bercabang, bulat, tebalnyasekitar 5 mm, warnanya hijau pucat

Daun :

Daun tunggal letaknya berseling,bentuk bundar telur melebar dengan ujung meruncing, pangkalnyamembentuk jantung, tepi rata, panjang 1-3 cm, permukaan atas hijaupucat mengkilap, permukaan bawahnya lebih muda dan agak kelabu.

 

Bunga :

Bunga tersusun dalam rangkaian berbentuk bulir yang panjangnya 1-6cm, warnanya hijau, di ujung tangkai dan ketiak daun. Buah berbentuk bulat, ujung runcing, sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 mmtersusun seperti buah lada, berbentuk bujur dan berwarna hijau ketikamuda dan coklat apabila matang mempunyai minyak sari apabila dimasak.Herba ini tumbuh menegak.

 

 Habitat :

Herba Suruhan (P. pellucida) tumbuh liar dan biasanya menggerombol. Mudah dijumpai di kebun, di halaman rumah, tepi jalan, dipinggiran selokan, dan di tempat lain yang lembab atau berair. Peperonia, bersama dengan krokot dan Talinium triangulare, adalah salah satu herbal yang dapat dimakan yang dapat ditemukan tumbuh keluar dari celah-celah trotoar dan di relung meninggalkan seluruh kota, sedikit orang yang memahami bahwa itu adalah daun dimakan sangat baik, dengan rasa yang halus, mengingatkan ketumbar. Ia memiliki akar sangat dangkal dan batang sukulen (juga makan), itu relawan itu sendiri dan tumbuh secara luas di seluruh pembibitan saya, biasanya menyebarkan diri di dasar pohon dalam pot yang lebih besar.

Kegunaan :

 

Herba Suruhan menunjukkan aktivitas agen antibakteri Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa ,dan Escherichia coli . Herba suruhan juga biasa digunakan sebagaianalgetik, obat asam urat,Antipiretik, dan memberikan efekneurofarmakologi

 

4.6 Solanum lycopersicum

 

 

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus: Solanum
Spesies: Solanum lycopersicum L.

 

Diskripsi :

(Solanum lycopersicum) atau lebih dikenal dengan nama tomat adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Solanum lycopersicum merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter.Solanum lycopersicum merupakan keluarga dekat dari kentang (Anonim,2009)

Solanum lycopersicum  biasanya tanaman setahun (annual) di wilayah iklim dingin atau tanaman tahunan berumur pendek di daerah tropika. Tanaman ini tumbuh dengan tinggi 0,5-2,0 m, dengan batang padat dan gemuk serta memiliki tinggi kurang dari 30 cm.  Solanum lycopersicum  memiliki akar tunggang yang kuat dan dalam, beberapa spesies kadang – kadang mencapai kedalaman 3 m. Daun Solanum lycopersicum  adalah daun majemuk menyirip daun majemuk menyirip letak berseling – seling (interrupte pinnatus), bergerigi kasar (serratus) dan sering kali keriting, tetapi kadang juga rata.

 

Habitus :

Solanum lycopersicum   atau tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1–1600 meter di atas permukaan laut.Pengembangan budidayanya semakin meluas di berbagai negara di dunia, termasuk kawasan Asia. Di Filipina, tanaman Solanum lycopersicum   diperkenalkan pada tahun 1571, kemudian ditanam di negara lainnya di Asia. Masuknya tanaman Solanum lycopersicum   ke Indonesia diduga pada tahun 1811.Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun (annual) ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5–2,5 meter, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, bercabang mulai dari ketiak daun yang berada dekat dengan tanah, kulit batang berwarna hijau dan berbulu.menebal pada buku-bukunya, berambut kasar dan warnanya hijau keputihan (Rubatzky dan Yamaguchi, 1999).

 

Habitat :

Buah Solanum lycopersicum  ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1–1600 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun (annual) ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5–2,5 meter (Rubatzky dan Yamaguchi, 1999).

Akar ( Radix)

Perakaran Solanum lycopersicum  merupakan akar tunggang yang terdiri atas akar utama dan akar-akar lateral yang mengeluarkan serabut-serabut akar yang berwarna keputih-putihan yang menyebar ke semua arah hingga kedalaman 30-40 cm. Panjang akar utama berkisar 35 – 50 cm dan akar-akar lateral menyebar sekitar 35 – 45 cm.

Batang ( Caulis )

Batang Solanum lycopersicum   bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat.Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan.Kelenjar bulu kecil yang terdapat pada batang, daun dan tangkai bunga memiliki bau tajam.

Batang utama Solanum lycopersicum   tegak lurus dan kokoh, pada setiap ketiak daun akan tumbuh tunas baru, namun tunas-tunas ini harus dibuang sampai batang utama menghasilkan cabang primer yang membentuk dua batang yang sama besarnya berbentuk huruf “Y”, dan tunas-tunas lateral yang tumbuh pada kedua batang di atas cabang primer juga harus dibuang, sehingga batang yang dipelihara adalah dua batang utama yang tumbuh dari cabang primer.

Daun ( Folium)

Daun Solanum lycopersicum  Daun Solanum lycopersicum   tumbuh di dekat ujung dahan atau cabang, daun majemuk menyirip letak berseling – seling (interrupte pinnatus), bangun daun (circumscriptio) bentuknya bundar telur sampai memanjang (orbicularis), ujung daun (apex) runcing (acutus), pangkal daun (basis) membulat (rotundatus), pertulangan daun (nervatio) menyirip (penninervis), helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepi (margo) daunnya bergerigi kasar (serratus), daging daun (intervenium) tipis lunak (herbaceus), permukaan helaian daun berbulu halus dan rapat (villosus), dengan panjang 3-25 cm dan lebar 2-15 cm, warnanya hijau muda, tangkai daun berbentuk bulat memanjang.

 

Bunga ( Flos )

Bunga Solanum lycopersicum   merupakan bunga majemuk, terletak dalam rangkaian bunga yang terdiri atas 4-14 kuntum bunga yang menggantung pada rangkaian bunga, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan datar (racemosa) lebar, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Bunga Solanum lycopersicum   adalah bunga sempurna (completes), berdiameter sekitar 2 cm dan sering menggantung dengan mahkota bunga (corrola) berbentuk seperti terompet (hypocrateriformis) berwarna kuning yang terdiri dari kelopak bunga (calyx) 5 kelopak terdiri atas daun-daun kelopak yang berlekatan, mahkota bunga (corrola) 5 dengan menyirap, benang sari (stamen) 5, dan putik (pistillum) 2 dengan bakal buah tenggelam (inferus). Benang sari dan putik terletak dalam satu bunga sehingga disebut berkelamin dua (hermaphroditus) dan bunga yang bersimetri banyak (actinomorpus). Bunga tidak menghasilkan madu, walaupun penyerbukan silang, biasanya dengan perantaraan serangga, terjadi dengan frekuensi yang beraga.

 

Buah ( Fruktus)

Buah pada Solanum lycopersicum  buah buni (beri) berdaging, permukaannya agak berbulu ketika masih muda, tetapi halus ketika matang. kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Buah sebagian besar kultivar berbentuk bundar, bentuk lain adalah memanjang, plum dan lir-pir. Pada beberapa kultivar, cuping daun buah (lobe) terlihat jelas, suatu tanda bahwa buah memiliki banyak bakal buah.

 

 

Biji ( Semen)

Ketika matamg biji pada Solanum lycopersicum  dikelilingi oleh bahan gel yang normalnya memenuhi rongga buah. Buah biasanya mengandung banyak biji, yang berbentuk  pipih, kecil, licin dan warnanya krem muda hingga kecokelatan. Biji biasanya memiliki panjang 2-3 mm; sekitar 300-350 biji berbobot 1 g

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.7 Buah Kepel (Stelechocarpus burahol)

 

1. Klasifikasi

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom  Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  Magnoliidae
Ordo  Magnoliales
Famili  Annonaceae
Genus  Stelechocarpus
Spesies  Stelechocarpus burahol

2. Deskripsi

Pohon Kepel (Stelechocarpus burahol) mempunyai tinggi hingga 25 m dengan diameter batang mencapai 40 cm. Pada kulit batangnya terdapat benjolan-benjolan.Benjolan-benjolan ini merupakan bekas tempat bunga dan buah karena bunga dan buah kepel memang muncul di batang pohon bukannya di pucuk ranting atau dahan.

 

1)    Daun

Daun Kepel tunggal, lonjong meruncing dengan panjang antara 12 – 27 cm dan lebar    5 – 9 cm. Warna daun Kepel hijau gelap.Bunga berkelamin tunggal, harum.Bunga jantan terdapat pada batang bagian atas atau cabang yang tua bergerombol antara 8 sampai 16.Sedangkan bunga betina hanya terdapat pada batang bagian bawah.

2)    Buah

Buah Kepel tumbuh memenuhi batang pohonnya.Bentuk buah Kepel bulat lonjong dengan bagian pangkal agak meruncing. Warna buah Kepel (Stelechocarpus burahol) coklat agak keabu-abuan, dan ketika sudah tua akan berubah menjadi coklat tua. Daging buah berwarna agak kekuningan sampai kecoklatan membungkus biji yang berukuran cukup besar. Rasa buah Kepel manis.

3)    Habitat dan Persebaran.

Pohon Kepel atau Burahol tersebar di kawasan Asia Tenggara mulai dari Malaysia, Indonesia hingga Kepulauan Solomon bahkan Australia.Di Indonesia, terutama di Jawa, Pohon Kepel mulai jarang dan langka.Pohon Kepel dapat tumbuh di habitat yang berupa hutan sekunder yang terdapat di dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl.

4)    Manfaat :

Buah Kepel sejak zaman dahulu telah dipergunakan oleh para putri keraton sebagai penghilang bau badan dan pewangi badan.Selain itu juga dipercaya sebagai salah satu sarana kontrasepsi sebagai sterilitas wanita (KB).Daging buah kepel dipercaya mempunyai khasiat memperlancar air kencing, mencegah inflamasi ginjal. Kayu pohon Kepel (Stelechocarpus burahol) dapat digunakan sebagai bahan industri atau bahan perabot rumah tangga  dan bahan bangunan yang tahan lebih dari 50 tahun. Daun kepel bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Lalap daun kepel mampu menurunkan kadar kolesterol.

 

4.8 Rhoeo spathacea

 

  1. 1.    KLASIFIKASI
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
    Sub Kelas: Commelinidae
    Ordo: Commelinales
    Famili: Commelinaceae
    Genus: Rhoeo
    Spesies: Rhoeo spathacea
  2. 2.    NAMA UMUM

Nama indonesia      : Nanas Kerang

  1. 3.    HABITUS

Habitus Semak, tinggi 40-60 cm.

  1. 4.    DESKRIPSI

1)    Batang

Batang Kasar, pendek, lurus, coklat.

2)    Daun

Daun Tunggal, lonjong,ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, panjang 25-30 cm, lebar 3-6 cm,permukaan atas hijau, permukaan lainnya merah kecoklatan.

3)    Bunga

Majemuk, bentuk mangkok, di ketiak daun, terbungkus kelopak seperti kerang, benang sari silindris, banyak, putih, kepaia putikkuning, mahkota bentuk segitiga, tiga lembar, putih.

4)    Akar

Serabut, kecoklatan.

5)    Manfaat

Manfaat dari Rhoeo spathacea adalah

  • Daun dan bunga Rhoeo spathacea berkhasiat sebagai obat batuk.
  • Untuk obat batuk dipakai 115 gram daun segar Rhoeo spathacea, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak selang 2 jam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.9  Guazuma ulmifolia

 

 

  1. 1.    KLASIFIKASI

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Sterculiaceae
Genus: Guazuma
Spesies: Guazuma ulmifolia

  1. 2.    NAMA DAERAH

Jawa               :  Jati londa atau jatos landi; Jati belanda (Banyuwangi)

Sumatra         : Jati Belanda

  1. 3.    HABITUS

Tumbuhan berupa semak atau pohon, tinggi 10 m sampai 20 m, percabangan ramping

 

 

  1. 4.    DESKRIPSI

1)    Akar

Akarnya berupa akar tunggang, berwarna putih kecoklatan.

2)    Batang

Batan Keras,  bulat,  permukaan  kasar,  banyak alur, berkayu, bercabang, berwarna  hijau keputihan.

3)    Daun

Daun tungal berbentuk bulat telur sampai lanset, panjang helai daun 4 cm sampai 22,5 cm, lebar 2 cmsampai  10  cm,  pangkal  daun  menyerong  berbentuk  jantung  yang  kadang-kadang  tidak setangkup,  bagian  ujung  meruncing  dan  tajam,  permukan  daun  bagian  atas  berambut  jarang, permukaan bagian bawah berambut rapat, permukan kasar; panjang tangkai daun 5 mm sampai 25  mm,  mempunyai  daun  penumpu  berbentuk  lanset  atau  berbentuk  paku,  panjang  3  mm sampai  6  mm,  tepi  atau  pinggir  daun  bergerigi,  ujung  runcing,  pangkal berlekuk,  pertulangan menyirip,  berseling,  serta  berwarna  hijau  kecoklatan  sampai  coklat  muda.  Daun   majemuknya berseling dan berbentuk menjari. Daun memiliki stipula (daun  penumpu) namun biasanya gugur.

4)    Bunga

Perbungaan  berupa  mayang  terletak  di  ketiak  daun,  panjang  2  cm  sampai  4  cm,  berbunga. banyak, bentuk bunga bulat agak ramping dan berbau wangi; panjang gagang bunga lebih kurang 5  mm;  kelopak  bunga  lebih  kurang  3  mm;  mahkota  bunga  berwarna  kuning,  panjang  3  mm sampai  4  mm;  tajuk  terbagi  dalam  2  bagian,  berwarna  ungu  tua  kadang-kadang  kuning  tua, panjang  3  mm  sampai  4  mm,  bagian  bawah  berbentuk  garis,  panjang  2  mm  sampi  2,5  mm tabung benang sari berbentuk mangkuk, tangkai 1-1,5 cm, hijau muda.

5)    Buah

Berbentuk  kotak, bulat, keras, permukaan berduri bakal buah berambut,  panjang buah 2 cm sampai  3,5  cm.  Buah  yang  belum  masak  berwarna  hijau  dan  yang  telah  masak  berwarna hitam. Banyak dihasilkan ketika musim penghujan.

6)    Biji

Kecil, keras, diameter ± 2 mm, berwarna coklat muda.

 

  1. 5.    MANFAAT

Manfaat dari Guazuma ulmifolia adalah sebagai berikut

  • Secara  tradisonal,  daun  jati  belanda  berkhasiat  sebagai  obat  pelangsing  tubuh  dan  menurunkan  kadar  lemak tubuh.
  • Buah atau daun jati belanda membantu pengobatan diare, batuk, dan nyeri perut.
  • Bijinya dapat digunakan sebagai obat sakit perut, obat mencret dan kembung
  • Buahnya  dapat digunakan sebagai obat batuk,
  • Dekok kulit batang dapat digunakan sebagai obat malaria, diare dan sifilis.
  • Kulit batang Jati belanda membantu pengobatan  diaforetik,  bengkak  kaki,
  • Jati  belanda  juga  dapat  digunakan  untuk  mengobati  influenza  (flu),  pilek, disentri, luka dan patah tulang.
  • Ekstrak dari daunnya dapat menekan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Shigella dysenteria, dan Bacillus subtilis secara in vitro

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            4.10 Ficus septica

 

 

  1. 1.    Nama tanaman

Nama daerah : Kiciyat (Sunda),  Awar-awar (Jawa Tengah, Belitung), Barabar (Madura),  Sirih popar (Ambon), Bei, Loloyan (Minahasa); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate) (Hutapea, 1991).

Nama asing : Papua Nugini : Omia (Kurereda), Manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), Bahuerueru (Vanapa); Filipina: Hauili (Filipino), Kauili (Tagalog), Sio (Bikol).

Nama simplisia adalah Fici septicae folium (daun awar-awar).

2. Klasifikasi tanaman

Divisi : Spermatophyta

Sub divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledonae

Bangsa : Urticales

Suku : Moraceae

Marga :Ficus

Jenis :Ficus septica Burm. F. (van Steenis, 1975)

3. Uraian tanaman

Pohon atau semak tinggi, tegak 1-5 meter.Batang pokok bengkok-bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 x 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkalnya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5-2 cm. Waktu berbunga Januari-Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m di atas permukaan laut, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

4. Kandungan dan Manfaat Tanaman

Daun Ficus septicamengandung senyawa flavonoid genistin dan kaempferitrin, kumarin, senyawa fenolik, pirimidin dan alkaloid antofin, 10S,13aR-antofin N-oxide, dehidrotylophorin, ficuseptin A, tylophorin, 2-Demetoksitylophorin, 14α-Hidroksiisotylopcrebin N-oxide, saponin triterpenoid, sterol (Wu et al., 2002 cit Lansky et al., 2008, Yang et al., 2005, Damu et al., 2005). Akar mengandung sterol dan polifenol (Hutapea, 1991). Alkaloid yang terkandung pada batang antara lain adalah fenantroindolisidin (ficuseptin B, ficuseptin C, ficuseptin D, 10R,13aR-tylophorin N-oxide, 10R,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-tylocrebrin N-oxide, 10S,13aR-isotylocrebrin N-oxide, dan 10S,13aS-isotylocrebrin N-oxide (Damu et al., 2005). Daun dan akar mengandung stigmasterol dan β-sitosterol.Daun dan batang mengandung alkaloid isotylocrebin dan tylocrebin (Wu et al., 2002 cit Lansky et al., 2008).

Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas.Akar digunakan untuk penawar racun ikan dan penanggulangan asma.Perasan air dari tumbukan akar awar awar dan adas pulowaras dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst) dan kepiting.Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat penyebab muntah yang sangat manjur. Untuk obat bisul dipakai ± 5gram daun segarFicus septica, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul. Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing.Buah untuk pencahar.

 

  1. Manfaat

Alkaloid fenantroindolisidin dalam daun Ficus septicamemiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker. Aktivitas sitotoksik komponen fenantroindolisidin menunjukkan nilai poten yang tinggi pada cell lines carcinoma KB-VI (multidrugs resistance cell) dan KB-3-1 (sensitive cell). Salah satu komponen fenantroindolisidin berupa 6-O-desmethylantofine dari Tylophora tanakae mempunyai IC50 7 ± 3 nM untuk sel KB-3-1dan IC50 10 ± 4 nM untuk sel KB-VI (Staerk et al., 2002). Batang Ficus septicayang terbukti mengandung alkaloid fenantroindolisin mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker nasofaring HONE-1 (human nasopharyngeal carcinoma) dan sel kanker lambung NUGC (human gastric cancer) (Damu et al., 2005).Penelitian Yang et al. (2005) menyebutkan daun tanaman ini memiliki efek anti inflamasi melalui penghambatan inducible nitic oxide synthase (iNOS) dan enzim siklooksigenase-2 (COX-2).

Ekstrak etanolik daun Ficus septica memberikan efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan IC50 59 µg/ml (unpublished data, CCRC).Isoflavonoid genistin memiliki aktivitas sitotoksik melalui pemacuan apoptosis pada sel kanker ovarian, SV-OV-3.Isoflavonoid genistin menginduksi apoptosis pada sel kanker ovarian SK-OV-3 melalui peningkatan aktivitas caspase 3 (Choi et al., 2006). Kumarin umbelliprenin dan senyawa fenolik resveratrol diketahui memiliki aktivitas stotoksik pada sel MCF7 ( Limet al., 2008; Guisado et al., 2002). Penelitian Chu et al. (2001) membuktikan kumarin eskuletin mampu menginduksi apoptosis dan menurunkan ekspresi protein Bcl-2 hingga 58% pada sel leukemia HL-60 selama inkubasi 9 jam. Penelitian Guisado et al. (2005) menyatakan bahwa senyawa fenolik resveratrol menginduksi apoptosis melalui down-regulation NFκB pada penghambatan jalur signaling PI3K/Akt yang mengakibatkan penurunan ekspresi protein Bcl-2.Triterpenoid Amooranin dari tanaman tropis India Amoora rohituka menginduksi apoptosis dengan menurunkan ekspresi protein Bcl-2 serta memotong caspase 8, 9, 6, Bid pada sel kanker payudara MCF-7 (Rabi et al., 2007).

 

 

 

 

4.11 Aegle marmelos

 

 

 

  1. Klasifikasi
    Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
    Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
    Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
    Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
    Genus: Aegle
    Spesies: Aegle marmelos (L.) Corr

 

 

 

2. Asal dan Distribusi Aegle marmelos

Pohon  ini  tumbuh liar di hutan kering di perbukitan dan dataran tengah dan selatan India dan Burma, Pakistan dan Bangladesh, juga di daun campuran dan hutan dipterocarpaceae kering Indocina Perancis mantan. Perhatian ditemukan dalam tulisan-tulisan dating kembali ke 800 SM Hal ini dibudidayakan di seluruh India, terutama di kuil kebun, karena statusnya sebagai pohon suci, juga di Ceylon dan utara Malaya, daerah lebih kering dari Jawa, dan sampai batas tertentu di bagian utara Luzon di Kepulauan Filipina di mana ia pertama berbuah di 1914. Hal ini tumbuh di beberapa kebun Mesir, dan di Suriname dan Trinidad. Benih dikirim dari Lahore ke Dr Walter T. Swingle tahun 1909 (PI Nomor 24450). Spesimen telah diselenggarakan dalam koleksi jeruk di Florida dan di stasiun penelitian pertanian, tetapi pohon tidak pernah ditanam untuk buahnya di negara ini kecuali oleh Dr David Fairchild di rumahnya, yang “Kampung”, di Miami, setelah ia memperoleh rasa untuk itu, disajikan dengan Jaggery (gula aren), di Ceylon.

 

 

  1. 3.    Deskripsi

 

Aegle marmelos adalah nama ilmiah dari pohon buah yang juga dikenal sebagai Bel atau Sriphal dalam bahasa Hindi lokal. Nama Inggrisnya adalah Batu Apple dan Benggala Quince.Pohon Aegle marmelos adalah salah satu tanaman obat yang paling berguna dari India.Sifat obat telah dijelaskan dalam risalah medis kuno dalam bahasa Sansekerta, Charaka Samhita.Semua bagian pohon ini termasuk batang, kulit kayu, akar, daun dan buah pada semua tahap kematangan memiliki kegunaan untuk obat dan telah digunakan sebagai obat tradisional untuk waktu yang lama. Buah ini hanya bisa digunakan untuk obat  ketikamatang. Buah yang matang adalah aromatik, astringent yang membantu pembangunan kulit dan pendinginbadan .Buah mentah atau setengah matang adalah zat, obat perut untuk meningkatkan nafsu makan dan antiscorbutic, yaitu yang membantu untuk memerangi penyakit kudis disebabkan karena kekurangan vitaminC.Maja (Aegle marmelos) tumbuh dalam bentuk pohon keras, berumur panjang (perenial) dengan tinggi 10 – 15 m. Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris, batang tua kadang melintir satu sama lain, berwarna coklat kotor, permukaan kasar. Percabangan banyak. Daun tunggal, tersusun berseling (alternate), warna hijau, bentuk bulat telur, panjang ± 7,5 cm, lebar ± 4,8 cm, ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi kadang bergerigi tumpul (crenatus), susunan pertulangan menyirip (pinnate), meluruh pada musim kemarau. Bunga majemuk, kelopak berbentuk bintang (stellatus).Buah bulat agak lonjong, panjang 5 – 12 cm. Akar tunggang.Perbanyakan bisa secara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok).Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian ± 500 m dpl.Bisa tumbuh di lahan basah seperti rawa-rawa maupun di lahan kering.Mulai belajar berbuah pada umur 5 tahun dan produksi maksimal dicapai setelah umur 15 tahun.Satu pohon bisa menghasilkan 200-400 butir buah.Buah maja biasanya masak pada musim kemarau bersamaan dengan daun-daunnya yang meluruh.

 

 

1)    Deskripsi pohon
Pohon buah Bael termasuk pertumbuhan lambat, berukuran sedang, sampai 40 atau 50 ft (12-15 m) tinggi dengan batang pendek, tebal, lembut, kulit mengelupas, dan menyebar, cabang terkadang berduri, dan ada sebagian yang pendek. Daun muda kaku dan berduri lurus. Batang  bergetah,bercabang menggantung menjadi untaian panjang, secara bertahap menjadi padat. daun  gugur, daun alternatif, ditanggung secara tunggal atau dalam 2 atau 3, terdiri dari 3 sampai 5 oval, runcing, leaflet bergigi pendek-pendek, 1 1/2 sampai 4 (4-10 cm) panjang, 3/4 untuk 2 in ( 2-5 cm) lebar, satu terminal dengan tangkai daun panjang. Daun Baru adalah glossy dan merah muda-merah marun. Daun dewasa memancarkan bau yang tidak menyenangkan.. Bunga harum, dalam kelompok 4 sampai 7 sepanjang branchlets muda, memiliki 4 tangkai, kelopak berdaging, permukaan luar hijau, dan di dalam kekuningan, dan 50 atau lebih benang sari berwarna kuning kehijauan. Buah, bulat, pyriform, oval, atau lonjong, 2 sampai 8 inci (5-20 cm) di diameter, kulit buah tipis, keras, kayu shell atau kulit kurang lembut, abu-abu-hijau sampai buah sepenuhnya matang, sampai kekuningan. Hal ini dihiasi dengan aromatik,kelenjar minyak. Di dalam, ada inti pusat keras dan 8 sampai 20 segmen segitiga samar-samar, tipis, dinding gelap-oranye, penuh dengan aromatik, pucat-oranye, pucat, manis, resin. Tertanam dalam pulp adalah 10 sampai 15 biji, rata-lonjong, sekitar 3/8 dalam (1 cm) panjang, bantalan rambut wol dan masing-masing tertutup dalam kantung perekat, lendir transparan yang mengeras pada pengeringan.

 

2)    Varietas pohon: marmelos Aegle
Satu terhormat, kultivar besar dengan biji kulit dan sedikit tipis dikenal sebagai ‘Kaghzi’.Dr L.B. Singh dan rekan kerja di Institut Penelitian Hortikultura, Saharanpur, India, disurvei pohon buah Bael di Uttar Padesh, disaring sekitar 100 bibit, dipilih sebagai yang paling menjanjikan untuk penanaman komersial: ‘Mitzapuri’, ‘Darogaji’, ‘Ojha’, ‘ Rampuri ‘,’ Azamati ‘,’ Khamaria ‘. Dinilai terbaik adalah ‘Mitzapuri’, dengan kulit yang sangat tipis, pecah dengan sedikit tekanan dari ibu jari, pulp dari tekstur yang baik, bebas dari gusi, rasa sangat baik, dan mengandung beberapa biji. S.K. Roy, pada tahun 1975, melaporkan variabilitas ekstrim dari 24 kultivar dikumpulkan di Agra, Kalkuta, dan Delhi Varanasi. Dia memutuskan bahwa pilihan harus dibuat untuk kadar gula tinggi dan rendahnya tingkat lendir, tanin dan fenolat lain.Hanya kecil, bercangkang keras jenis ini dikenal di Florida dan ini harus digergaji terbuka, retak dengan palu, atau melemparkan tegas terhadap batu.Buah dari jenis ini adalah standar untuk menggunakan obat bukan untuk mengkonsumsi makanan normal.

Makanan Nilai per 100 g Bagian Edible

Air 54,96-61,5 g
Protein 1,8-2,62 g
Lemak 0,2-0,39 g
Karbohidrat 28,11-31,8 g
Karotin 55 mg
Tiamin 0,13 mg
Riboflavin 1,19 mg
Niasin 1,1 mg
Asam askorbat 8-60 mg
Asam tartarat 2,11 mg

 

3)    Manfaat
Aroma dan warna perasan buah maja mudah berubah karena itu buah maja biasanya dimakan segar setelah matang. Buahnya yang masih muda bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengawet.Daging matang segar dari kultivar kualitas yang lebih tinggi, dan “serbat” terbuat dari itu, diambil untuk pencahar ringan mereka, dan efek tonik pencernaan. Sebuah rebusan buah mentah, dengan adas dan jahe, diresepkan dalam kasus wasir.Telah menduga bahwa psoralen dalam pulp meningkatkan toleransi sinar matahari dan membantu dalam mempertahankan warna kulit normal.Hal ini digunakan dalam pengobatan leucoderma.Marmelosin berasal dari pulp diberikan sebagai pencahar dan diuretik.Dalam dosis besar, menurunkan laju respirasi, menekan kerja jantung dan menyebabkan kantuk.Untuk penggunaan obat, buah muda, sementara masih muda, biasanya diiris secara horisontal dan dikeringkan dibawah matahari dkemudian bisa dijual di pasar lokal.Mereka banyak diekspor ke Malaya dan Eropa.Karena astringency, terutama dari buah-buahan liar, Bael mentah yang paling berharga sebagai sarana untuk menghentikan diare dan disentri, yang banyak terjadi di India pada musim panas.

1. Aplikasi dalam Sembelit
Bael matang buah ini dianggap sebagai terbaik dari semua obat pencahar.Ini membersihkan dan nada sampai usus.Penggunaan biasa untuk dua atau tiga bulan membantu mengevakuasi bahkan kotoran lama akumulasi dari perut.Untuk hasil terbaik, harus diambil dalam bentuk sherbat, yang dibuat dari pulp buah matang.Setelah melanggar shell, benih pertama dihapus, dan isinya kemudian diambil dengan sendok dan melewati saringan.Susu dan sedikit gula dapat ditambahkan agar lebih enak. Daging buah matang juga bisa diambil dari sendok tanpa penambahan susu atau gula. Sekitar 60 gram buah akan cukup untuk orang dewasa.

2. Diare dan Disentri
Buah yang matang mentah atau setengah mungkin, obat makanan yang paling efektif untuk diare dan disentri kronis di mana tidak ada demam.Hasil terbaik diperoleh dengan menggunakan Bael kering atau bubuk nya. Buah Bael, ketika masih hijau, diiris dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Irisan Bael kering dikurangi menjadi bubuk dan diawetkan dalam kedap udara botol.Para Bael mentah juga dapat dipanggang dan dibawa dengan Jaggery atau gula merah.Buah ini tampaknya memiliki pengaruh yang kecil dalam disentri akut ketika ada sensasi yang pasti buang air besar tapi bukannya sejumlah besar tinja, darah dan lendir saja dilewatkan.Obat bubuk secara khusus direkomendasikan dalam kondisi ini.Its efek menguntungkan, yang bagaimanapun, yang paling jelas ketika kondisi telah menjadi sub-akut atau kronis.Setelah penggunaan buah dalam kondisi ini, darah secara bertahap menghilang dan tinja mengasumsikan bentuk yang lebih keruh dan padat.Lendir juga menghilang setelah terus menggunakan untuk beberapa waktu.Ini juga merupakan obat yang berharga untuk kondisi disentri kronis yang ditandai dengan diare dan sembelit alternatif.

3. Bisul perut
Infus daun Bael dianggap sebagai obat makanan yang efektif untuk ulkus peptikum.Daun direndam semalam dalam air.Air ini disaring dan diminum sebagai minuman di pagi hari.Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang lega ketika pengobatan ini dilanjutkan selama beberapa minggu.Daun Bael kaya tannin yang mengurangi peradangan dan membantu penyembuhan luka.Buah Bael diambil dalam bentuk minuman juga memiliki konten kental yang besar.Zat ini membentuk lapisan pada mukosa lambung dan dengan demikian membantu dalam penyembuhan bisul.

4. Radang pernapasan
Sebuah obat dibuat dari minyak daun Bael mengurangi rasa sakit akibat pilek berulang danpernapasan. Jus diekstrak dari daun Bael dicampur dengan kuantitas yang sama dari minyak wijen dan dipanaskan secara menyeluruh. Beberapa biji lada hitam dan setengah sendok teh jinten hitam ditambahkan ke minyak panas. Hal ini kemudian dihapus dari api dan disimpan untuk digunakan bila diperlukan. Satu sendok teh minyak ini harus dipijat ke kulit kepala sebelum mandi kepala.Penggunaan reguler membangun perlawanan terhadap pilek dan batuk.
Praktek yang umum di India selatan adalah memberikan jus dari daun Bael untuk membawa bantuan dari kejang mengi dan pernapasan.Jus daun, dicampur dalam air hangat dengan sedikit merica, adalah memberikan sebagai minuman.

Manfaat Lain Dari Pohon Aegle Marmoles

1. Daging buah memiliki efek deterjen dan telah digunakan untuk mencuci pakaian. Quisumbing mengatakan bahwa buah Bael digunakan untuk menghilangkan buih dalam cuka keputusan.Permen karet membungkus biji yang paling berlimpah dalam buah-buahan liar dan terutama ketika mereka mentah.Hal ini biasanya digunakan sebagai perekat rumah tangga dan digunakan sebagai adhesif dengan perhiasan.Kadang-kadang terpaksa sebagai pengganti sabun.Hal ini dicampur dengan plester kapur untuk sumur kedap air dan ditambahkan untuk semen ketika membangun dinding.Artis menambahkannya ke cat air mereka, dan dapat diterapkan sebagai lapisan pelindung pada lukisan.Minyak limonen kaya telah disuling dari kulit untuk scenting minyak rambut.Shell buah keras telah dibentuk menjadi pil-dan kotak tembakau, kadang-kadang dihiasi dengan emas dan perak. Kulit buah mentah yang digunakan dalam penyamakan dan juga menghasilkan zat warna kuning untuk belacu dan kain sutra.

2. Dalam budaya Hindu, daun adalah penawaran yang sangat diperlukan ke ‘Tuhan Siwa. Daun dan ranting yang telah memotong untuk pakan ternak.

3. Sebuah cologne diperoleh dengan penyulingan dari bunga.

4. Kayunya sangat aromatik ketika baru dipotong. Ini adalah abu-abu-putih, keras, tapi tidak tahan lama, telah digunakan untuk gerobak dan konstruksi, meskipun cenderung melengkung dan retak selama pengobatan.Hal ini paling baik digunakan untuk ukiran, skala kecil menangani pekerjaan tukang bubut, alat dan pisau, alu dan sisir, mengambil cat halus.

 

 

Dapus

(a)    Mishra,m.p,Dr. 2011.Aegle marmelos : A tree with immense medicinal, ethnobotanical, and traditional properties.

http://www.wisatanesia.com/2010/05/kebun-raya-purwodadi-pasuruan.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

HERBARIUM Alamanda cathartica

Allamanda cathartica L.

Klasifikasi :

Kingdom  Plantae
Divisi  Magnoliophyta
Kelas  Magnoliopsida
Ordo  Gentianales
Famili  Apocynaceae
Genus  Allamanda
Spesies  Allamanda cathartica L.

Nama daerah : Lame areuy (sunda), Alamanda (jawa).

Deskripsi

Habitus : Perdu, tinggi 4-5 m.

 

Batang : Berkayu, bulat, berbuku-buku, tiap   buku terdapat daun yg melingkar 4-5, bergatah, percabangan monopodial, cabang muda hijau

 

Daun : Tunggal, berkarang, bentuk lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal meruncing, panjang 5-16 cm, lebar 2,5-5 cm, pertulangan menyirip, bergetah, hijau.

 

Bunga : Majemuk, bentuk tandan, berkelamin dua, di ujung cabang dan ketiak daun, tangkai silindris, pendek, hijau, kelopak bentuk lanset, permukaan halus, benang sari tertancap pada mahkota, tangkai putik silindris, kepala putik bercangap dua, warna kuning, mahkota bentuk terompet atau corong, permukaan rata kuning, daun mahkota berlekatan.

 

Buah : Kotak, bulat, panjang, diameter 1,5 cm.

 

Biji : bentuk segitiga, masih muda hijau pucat, setelah tua hitam.

 

Akar : Tunggang

 

Manfaat :

  • Daun Allamanda berkhasiat untuk penawar racun.
  • Getahnya yg berwarna putih digunakan sebagai obat kanker dan pencegah kuman atau bakteri.
  • Bunga Allamanda digunakan sebagai obat untuk mencegah komplikasi dari malaria dan pembengkakan limpa.
  • Akarnya digunakan untuk mencegah penyakit kuning.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

INTEGRASI TUMBUHAN DENGAN AL-QURAN

BAWANG PUTIH (Allium sativum)

               Kingdom Plantae

                  Divisi  Magnoliophyta

                     Kelas Liliopsida

                        Sub Kelas Liliidae

                           Ordo Liliales

                               Famili Liliaceae (suku bawang-bawangan)

                                  Genus Allium

                                     Spesies Allium sativum L.

 

 

Habitus:
          
Herba semusim, berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm.

 

Deskripsi:

Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30 -75 em, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun dan berwarna hijau. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm dan lebar 1,5 cm. Bunganya berwarna putih, bertangkai panjang dan bentuknya payung. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut.

 

NamaLokal:
          Garlic (Inggris), Bawang Putih (Indonesia), Bawang (Jawa), Bawang Bodas (Sunda), Bacong landak (Lampung), Kasuna (Bali), Lasuna pute (Bugis), Babang pole (Madura), Bawa bodudo (Ternate), Kalfeo foleu (Timor).

 

  1. A.  Tinjauan Menurut Sains
  • Kandungan Kimia

             Kandungan kimia yang berada dalam bawang putih ialah vit. C, allicin dan aliin yg berkaitan dg daya anti kolesterol, mineral, fosfor, kalsium, kalium, besi, vit. B, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.  alanine, α- tokoferol,  camphene, eugenol, γ- terpinen dan histidin. Selain itu bawang putih juga mengandung minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptic, dan lain-lain. 

Bawang putih mengandung zat-zat:
1. Kalsium: bersifat menenangkan sehingga cocok sebagai pencegah hipertensi.
2. Saltivine: bisa mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang susunan sel saraf.
3. Diallysulfide, alilpropil-disulfida: anti cacing.
4. Belerang
5. Protein
6. Lemak
7. Fosfor
8. Besi
9. Vitamin A, B1 dan C.

 

  • Manfaat :

          Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar, Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur (Insomnia).

Selain manfaat di atas, bawang putih juga mempunyai beberapa kegunaan,  diantaranya ialah sebagai obat:

a. Flu dan Batuk.

Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang tumbuk dalam minyak membunuh bukan hanya membunuh rhinivirus tipe 2 (penyebab umun flu), tetapi juga membunuh 2 macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum lainnya.

b. Kolesterol

Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12 % dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawatan.

c. Kanker

Bawang juga mempunyai kandungan untuk memerangi kanker, terutama kanker perut dan usus besar. Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker beberapa penelitian epidemiologis menunjukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi bawang putih lebih rendah resikonya terkena kanker perut dan usus besar. Untuk memastikan bahwa anda akan mendapatkan hasil yang maksimal, peneliti dari Penn State Unipersity merekomendasikan untuk membiarkan dulu potongan atau tumbukan bawang selama paling sedikit 10 menit, memberi waktu bawang itu membentuk kandungan-kandungan yang membantu memerangi kanker.

d. Kehamilan

Riset terbaru menunjukkan bahwa menkonsumsi bawang putih selama kehamilan mengurangi resiko komplikasi kehamilan pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein dalam urine). Dalam beberapa studi juga mengungkapkan bahwa bawang putih juga membantu menaikkan lambatnya berat badan bayi yang terlalu kecil. Riset dilakukan oleh Dr. D. Sooranna, Ms J. Hirani dan Dr. I Das di Academic Department of Obsterrics dan Gynaecology, Chelsea dan Westminster Hospital in London UK. Mereka menyimpulkan bahwa walaupun pre-eclampsia dan kelambatan pertumbuhan merupakan kondisi yang kompleks, mengkonsumsi tablet bawang putih secara standar selama masa kehamilan dapat mengurangi kemungkinan–kemungkinan komplikasi pada kelahiran. Mereka memfokuskan pada kelambatan pertumbuhan pada bayi dan pre-eclampsia, kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu dan anak yang terjadi pada kira–kira satu diantara sepuluh kehamilan.

  • Efek Farmakologi Berdasarkan Hasil Penelitian Ilmiah Lain :

Sebagai Antibakteri

Uji aktivitas bawang putih secara in vitro sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae yang merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial yang resisten terhadap antibiotik dilakukan dengan menggunakan minyak bawang putih, dialil monosulfida dialil trisulfida (DAT) dan DATS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak bawang putih pada konsentrasi 32 mg/L, DAT dan DATS pada konsetrasi 8 mg/L memiliki aktivitas yang potensial untuk mencegah atau mengobati infeksi nosokomial yang disebabkan oleh bakteri yang resisten tehadap antibiotik.

Sebagai Antivirus

Pemberian tepung bawang putih dosis 10 mg/kg bb pada ayam broiler secara per oral selama delapan minggu menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar antibodi ayam secara signifikan yang berperan penting dalam melawan virus penyebab Newcastle Disease (ND) dan Infecious  Bursal Disease (IBD).

 

  1. B.  Tinjauan Menurut Islam
  2. وَإِذْ قُلْتُمْ يَامُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىطَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ اْلأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُوا مِصْرَا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِئَايَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْاوَكَانُوا يَعْتَدُونَ {61}

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:”Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabb-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata:”Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang baik Pergilah kamu ke suatu kota, pastilah kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakan kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”,[61].                                      {Q,.s.al-Baqarah/02:60-61}

Tafsir Ayat

Makna Ayat Secara Global

Dalam ayat (61), Dia Ta’ala mengingatkan mereka akan akhlaq buruk para pendahulu mereka yang diantaranya adalah tidak sabar, keras kepala, tidak pandai mengatur diri, tidak balas budi terhadap kebaikan, suka merubah lafazh-lafazh dari firman Allah dan lain sebagainya. Hal seperti ini tampak jelas di dalam beberapa hal:

  • Ucapan mereka: “Hai Musa! Gantilah!”…”Hai Nabi Allah atau Rasulullah! Kami tidak akan bersabar dengan satu macam makanan saja!”.
  • Ucapan mereka: “Mintalah kepada Rabb-mu untuk kami” padahal seharusnya mereka mengucapkan dengan “Mintalah kepada Allah Ta’ala untuk kami” atau “Mintalah kepada Rabb Ta’ala untuk kami”.
  • Kebosanan mereka terhadap daging dan madu dan meminta bawang putih dan bawang merah sebagai gantinya. Ucapan Nabi Musa terhadap mereka di dalam ayat: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang baik”, merupakan indikasi dari hal itu.

Sebagaimana Dia Ta’ala juga mengingatkan mereka akan akibat yang pahit yang akan mereka rasakan karena kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah, membunuh para Nabi, perbuatan yang melampaui batas dan pembangkangan mereka. Hal itu semua akan menyebabkan mereka dihinakan dan dimurkai oleh Allah Ta’ala.

Semua hal tersebut, ditambah yang lainnya adalah termasuk ke dalam hal yang telah Allah ingatkan kepada orang-orang Yahudi agar mereka mau menjadikannya pelajaran dan bersyukur lantas beriman kepada Nabi-Nya, Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam serta masuk ke dalam Dien-Nya. Bila demikian, maka hidup mereka akan menjadi sempurna dan akan berbahagia setelah diselamatkan dari kehinaan dan kemurkaan di dunia dan azab neraka pada hari Kiamat kelak.

Makna Ayat

  • [Dan (ingatlah), ketika kamu berkata:”Hai Musa…] [kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja…] :

Ini adalah luapan kebosanan mereka terhadap kondisi yang mereka alami. Kondisi dimana penuh dengan nikmat, rizki yang baik-baik serta hidup yang serba enak. Sebaliknya menyingkap keinginan mereka untuk kembali kepada kehidupan kasar yang sudah terbiasa mereka lakukan. Karena itu, mereka berkata: ‘Kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu makanan saja’, yakni karena hanya dua jenis makanan itu saja (manna dan salwa) yang dimakan setiap harinya dan tidak ada lagi makanan selain itu dan tidak diganti-ganti.

  • [Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabb-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang..][ditumbuhkan…] : yakni dikeluarkan.
  • [bumi…][yaitu: sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya…] :

kata ‘al-Baql’ (sayur-mayur) maknanya: setiap tumbuhan yang tidak memiliki batang/dahan sedangkan lawannya, kata ‘asy-Syajar’ (pohon) adalah yang memiliki batang/dahan. Yang dimaksud di dalam ayat ini adalah sayur-mayur yang dikonsumsi oleh manusia. Sedangkan kata ‘al-Fûm’ maknanya bermacam-macam; ada yang mengatakan: ‘ats-Tsaum” (bawang putih), ada yang mengatakan: ‘al-Hinthah’ (gandum). [Zub]

  • [Musa berkata:”Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang baik…] :

yakni apakah kalian menempatkan posisi semua tetumbuhan dan sayur mayur ini sebagai ganti posisi al-Mann dan as-Salwa yang keduanya ini adalah lebih baik dari itu semua. Padahal dari sisi rasa, keduanya adalah lebih enak, disamping kelebihan lainnya bahwa keduanya berasal dari sisi Allah tanpa perantaraan makhluq manapun, tidak diragukan lagi kehalalannya dan di dalam mendapatkannya tidak perlu memporsir tenaga dan bersusah-susah.

Abu Ayyub RA meriwayatkan katanya: Adalah Rasulullah SAW apabila baginda didatangkan makanan maka baginda memakan sebahagiannya dan yang lebihnya dikirim kepada ku. Pada suatu hari baginda mengirimkan kepada ku makanan yang lebih yang tidak pun dimakan sebahagiannya kerana padanya ada bawang putih. Saya bertanya kepada beliau: Apakah ia haram? Baginda bersabda: Tidak. Tetapi aku tidak menyukainya kerana baunya. Abu Ayyub berkata: Sesungguhnya saya tidak menyukai apa yang anda tidak menyukainya.Huraian Hadith: Bau-bauan pada umumnya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap manusia dan haiwan.

Ustadz syaikh Haidar, semoga Alloh merahmati beliau, pernah member nasehat,”jika kamu ingin kuat dan cerdas, maka makanlah bawang putih setiap hari lantas minum segelas susu pada pagi hari setelah Bangun tidur.”

Daud al_anthaki berkata bahwa khasiat bawang putih bisa menyembuhkan lebih dari empat puluh macam penyakit.

Ibnu Sina menyatakan,” bawang putih dapat melemaskan dan menghilangkan bengkak, membersihkan kulit dan berguna untuk mencegah perubahan air. Abunya jika dilulurkan dengan madu sangat berguna untuk penyakit kulit, bermanfaat untuk mengobati alopesia dan pegal dipinggang. Bawang putih rebus di goreng dapat mengurangi sakit gigi, berkumur dengan air rebusannya selain mengurangi sakit gigi juga dapat membersihkan kerongkongan. Berkhasiat untuk batuk yang menahun, juga sakit dada karena kedinginan. Duduk diatas rebusan daunnya mengandung khasiat melancarkan kencing dan haid. Minum bawang putih tumbuk yang dicampur dengan madu dapat mengeluarkan dahak.

 

 

 

 

 

Referensi

Ekowaty,Maudy.2000.Menanam dan Memelihara Tanaman; Album Tanaman Hias No.15;Jakarta: Trubus.

Kitab Aysar at-Tafaasiir li Kalaam ‘al-Aliy al-Kabiir, karya Syaikh Abu Bakar al-Jazâiriy.

Kitab Zubdatut Tafsir min Fath al-Qadîr, karya DR. Muhammad Sulaiman Abdullah al-Asyqar).

Parkhust, Ronald W.;1999;The book of Ocimum and Hawaiian Tropical Flowers;Hawai; Pasific Isle Publishing Company

Tafsir  Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Muassasah Qurthubah, cetakan pertama, 1421 H.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

TUMBUHAN PEWARNA

DISKRIPSI TUMBUHAN PEWARNA
Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
Ainun Nikmati Laily,M.Si
Disusun oleh             :
1.     Khoirur Rizkiyah       (10620002)
2.     Anik Bariroh             (10620009)
3.     Wilda Shofiyah         (10620023)
4.     Eka Putri Rodliyani   (10620035)
                          

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEWARNA
  1.  Anacardium accidentale Linn. (Jambu Monyet)

    • KlasifikasiAnacardium accidentale Linn.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Anacardiaceae
    Genus: Anacardium
    Spesies: Anacardium occidentale L.

    • Distribusi/PenyebaranAnacardium accidentale Linn.

    Jambu Mede, tanaman yang berasal dari timur-laut Brazil ini telah tersebar hingga ke bagian Selatan dan Tengah America. Para penjajah Portugis kemudian mengintroduksi tumbuhan ini ke India dan Afrika Timur.Kemudian Jambu Mede tersebar luas hingga ke Sri Lanka, Malysia, dan Indonesia.Lalu pada abad ke-17, para penjajah Spanyol membawa jenis tumbuhan ini ke Filipina.Hingga saat ini, Jambu Mede telah dibudidayakan di banyak negara-negara tropis.

    • HabitatAnacardium accidentale Linn.

    Selama pertumbuhannya, Jambu mede memerlukan suhu lingkungan serta curah hujan yang tinggi. Tumbuhan ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan yang sangat kering apabila sistem perakarannya telah mencapai bagian tanah dalam yang lembab.Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah kering hingga ketinggian 500 m dpl.

    • DeskripsiAnacardium accidentale Linn.

    Tumbuhan berupa pohon yang tingginya ± 12 m, mempunyai banyak percabangan. Daun berseling, berbentuk bulat telur sungsang hingga bulat telur sungsang lonjong yang meruncing ke pangkal daun, daun muda berwarna merah-kecoklatan kemudian akan menjadi hijau tua cerah. Perbungaan terdapat di ujung cabang-cabangnya, bentuk malai, wangi, berwarna putih ketika mekar dan berangsur-angsur menjadi merah jambu-kemerahan. Buah berbentuk ginjal, berwarna coklat keabuan, lapisan buah luar keras dan mengandung resin, tangkai buah membesar dan kemudian tenggelam, berbentuk sperti buah pear, permukaannya mengkilap, berwarna kuning hingga merah, berdaging lembut dan berair. Biji berbentuk ginjal dengan lapisan penutup biji berwarna coklat kemerahan, memiliki dua kotiledon yang besar.

    • ManfaatAnacardium accidentale Linn.

    Pohon Jambu mede biasa dibudidayakan untuk diambil kacangnya. Batang pohon Jambu mede juga dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar atau sebagai bahan bangunan berkualitas rendah. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai bahan obat tradisional, khususnya untuk mengobati kulit dan untuk obat kumur.Di pulau Bangka, pohon Jambu Mede telah dicoba dan berhasil ditanam pada lahan bekas tambang timah.Pohon ini juga sudah banyak ditanam di pekarangan sebagai pohon peneduh atau juga sebagai tanaman rehabilitasi lahan marginal.Perkebunan jambu monyet dijumpai di daerah Wonosari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan juga Sulawesi Tenggara untuk diambil bijinya yang terkenal sebagai kacang mete/mede.Pepagan pohon jambu monyet dapat dimanfaatkan untuk menyamak serta memberikan warna coklat tua.

  2.    Ananas comosus Merr (Nanas)

    • KlasifikasiAnanas comosus Merr

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Sub Kelas: Commelinidae
    Ordo: Bromeliales
    Famili: Bromeliaceae
    Genus: Ananas
    Spesies: Ananas comosus Merr

    • Distribusi/PenyebaranAnanas comosus Merr

    Nanas berasal dari Amerika Selatan dan didomestifikasi sebelum masa Columbus.Pada abad ke16 orang – orang Spanyol membawanya ke Philippines and Semenanjung Malaysia dan kemungkinan juga Indonesia.Sekarang tanaman ini meluas di seluruh daerah tropis dan subtropis. Industri pengalengan internasional dibangun di Thailand, Filipina, Malaysia dan Sumatra Utara juga di Hawaii, Brazil, Taiwan, Afrika Selatan, Kenya, Pantai Ivory, Mexico dan Puerto Rico.

    • Habitat Ananas comosus Merr

    Tumbuh pada area dengan temperatur rata-rata 23—32°C.Pada elevasi yang tinggi buah menjadi lebih asam.Tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan curah hujan yang optimal 1000—1500 mm per tahun.Tanaman ini menyukai drainase yang bagus pada tanah lempung berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi dan pH 4.5—6.5.

    • DeskripsiAnanas comosus Merr

    Herba yang mempunyai batang semu dengan tinggi 30 – 50 cm mempunyai batang dalam bentuk roset dengan pangkal yang melebar dan menjadi pelepah.Daun tunggal bentuk pedang, ujung lancip tepi berduri kecil dan tajam.Bunganya majemuk, bentuk malai terdapat di ujung batang berwarna ungu kemerahan.Buah berbentuk menyilinder, permukaan buah seperti sisik atau genting kecil yang tersusun rapi, warna hijau kekuningan sampai jingga. Daging buah berwarna putih kekuningan mengandung banyak cairan yang rasanya manis, asam, harum dan tidak berbiji.

    • ManfaatAnanas comosus Merr

    Di Filipina dan Taiwan, serat dari daun dibuat menjadi pakaian yang bagus. Buah nanas dicampur dengan kacang panjang, batang jahe muda, buah honje muda, tom/tarum dan tawas akan memberikan/menghasilkan warna hijau muda.

  3.   Artocarpus heterophylla Lamk. (Nangka)

    • Klasifikasi Artocarpus heterophylla Lamk.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Urticales
    Famili: Moraceae
    Genus: Artocarpus
    Spesies: Artocarpus heterophyllus Lam

    • Distribusi/PenyebaranArtocarpus heterophylla Lamk.

    Nangka merupakan tanaman asli dan telah lama tumbuh liar di hutan-hutan hujan.Sejak lama pula Nangka telah dibudidayakan, diintroduksi dan telah dapat tumbuh alami di banyak tempat di daerah tropis khususnya kawasan Asia Tenggara.Pohon nangka hampir dijumpai di seluruh Indonesia.Umumnya ditanam di pekarangan rumah.Dijumpai juga tumbuh liar di hutan.

    • HabitatArtocarpus heterophylla Lamk.

    Di daerah aslinya, Nangka tumbuh di hutan-hutan selalu hijau pada ketinggian 400—1200 m. Namun pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik pada daerah beriklim hangat dan lembap pada ketinggian di bawah 1000 m dpl dan dengan curah hujan 1500 mm atau lebih. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, dan dengan ditanam pada kedalaman yang cukup, memiliki drainase yang baik, pada tanah alluvial, tanah berpasir atau tanah liat, dengan pH tanah 6.0—7.5.

    • DeskripsiArtocarpus heterophylla Lamk.

    Pohon tinggi 20 – 30 m, permukaan batang kasar, diameter ± 80 cm, bergetah putih, kayunya bagian dalam berwarna kekuningan. Daun bentuknya bulat telur sungsang atau menjorong, berwarna hijau tua cerah di permukaan atas dan hijau pucat di permukaan bawah, meruncing ke ujung dan ke pangkal daun lebih kecil/kurus seperti segitiga dan kaku.Karangan bunga jantan terdapat pada ranting sebelah atas, karangan bunga betina terdapat pada ketiak cabang dan anak cabang bawah.Buah besar 30 – 100 cm x 25 – 50 cm, berbentuk bulat atau melonjong. Tangkai buah 5 – 10 cm panjangnya, tebal 1 – 2 cm, kulit buah berduri pendek, biji bulat panjang (2 – 4 cm x 1,5 – 2,5 cm) terdapat di dalam daging buah yang sebelah luar sedikit bergetah dan berlendir, warna daging buah kuning, berair dan beraroma, menyengat kalau sudah tua.

    • Manfaat Artocarpus heterophylla Lamk.

    Buah muda Nangka dapat dimasak sebagai sayur, sedangkan buah matangnya dapat dimakan segar, dibuat dodol, selai atau pasta, dan permen. Daun mudanya dapat digunakan sebagai pakan ternak.Masyarakat di India dan Sri Lanka, memanfaatkan batang pohon Nangka untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan.Pohon Nangka dapat juga digunakan sebagai tanaman penghijauan di areal-areal tanah berpasir gembur.Warna hijau sedang di daerah Jawa Barat diperoleh dengan mencelupkan lebih dahulu dalam larutan kayu nangka, diangin-anginkan sampai agak kering kemudian dicelupkan lagi pada larutan tom/tarum dan tawas.

  4.  Bixa orellana Linn. (Kesumba)

    • Klasifikasi Bixa orellana Linn.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Violales
    Famili: Bixaceae
    Genus: Bixa
    Spesies: Bixa orellana L.

    • Distribusi/PenyebaranBixa orellana Linn.

    Terdapat di Jawa, Madura, Sulawesi Selatan dan Ambon.

    • HabitatBixa orellana Linn.

    Tumbuh di dataran rendah sampai 2200 m dpl.Menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

    • DeskripsiBixa orellana Linn.

    Pohon kecil, tingginya 2 – 8 m. Bentuk daun bundar telur hampir seperti jantung, warna merah tua keunguan.Perbungaan bentuk malai 8 – 50 bunga warna merah gelap.Buah seperti buah rambutan warna merah tua/gelap yang umumnya bagian ujung terlihat merekah sehingga biji-bijinya dapat keluar cepat.

    • ManfaatBixa orellana Linn.

    Biji-biji kesumba masih dipakai untuk mewarnai bahan anyaman dan kipas menjadi warna merah untuk daerah Singaparna Jawa Barat.

    Di luar negeri pohon ini pun bisa digunakan sebagai pewarna lipstick atau produk makanan. Suku Indian memakai warna merah dari buah kesumba untuk mencegah sunburn, penolak serangga, dan pewarna bibir. Di Indonesia kesumba biasanya dijadikan sebagai tanaman hias dan mewarnai batik.

    Pohon kesumba tjuga memiliki efek herbal, terutama pada bagian daun atau bungan.Efek herbal yang dihasilkan dari pohon ini adalah antipiretik, diuretic, antiinflamasi, digestive, purative, anti jamur dan antidote.

    Kesumba diambil daun dan bunganya untuk mengobati demam, amandel, terbakar matahari, sakit kepala, masuk angin, haid tidak lancer.Getahnya berfungsi sebagai antivirus dan obat diabetes.Penyakit lain yang bisa diatasi dengan tanaman ini adalah penyakit kulit, asma, gonorea, disentri, gangguan ginjal, gigitan ular, gangguan pencernaan, cacingan, dan radang tenggorokan.Bahkan suku Indian menggunakannya sebagai afrosidiak.

  5. Borassus flabellifer Linn. (Lontar)

    • Klasifikasi Borassus flabellifer

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Sub Kelas: Arecidae
    Ordo: Arecales
    Famili: Arecaceae
    Genus: Borassus
    Spesies: Borassus flabellifer

     

    • Distribusi/PenyebaranBorassus flabellifer

    Penyebarannya luas, di tempat-tempat yang kering seperti di India, Thailand, Jawa Timur, Indonesia timur dan pulau-pulau di Pasifik.

    • HabitatBorassus flabellifer

    Tumbuh di dataran rendah dan daerah pantai sampai pegunungan (0 – 800 m dpl.), suhu optimum untuk pertumbuhan ± 30 derajat Celcius, mudah beradaptasi di daerah kering, curah hujan 500 – 5000 mm per tahun.

    • DeskripsiBorassus flabellifer

    Palem yang mempunyai batangtunggal, dapat mencapai tinggi 30 m ini berbatang kasap, agak kehitam-hitaman, dengan penebalan sisa pelepah daun di bagian bawah.Tajuknya rimbun dan membulat, daun-daun tuanya terkulai tetapi tetap melekat di ujung batang.Pelepah pendek, agak jingga, bercelah dipangkal, berijuk.Pelepah dan tangkai daun tepinya berduri hitam tidak teratur.Daun seperti kipas, bundar, kaku, bercangap menjari, hijau keabu-abuan.Perbungaan berumah dua, menerobos celah pelepah, menggantung.Bunga betinanya kadang-kadang bercabang sedang bunga jantan bercabang banyak. Bunga berwama putih susu, berkelompok, tertanam pada tongkolnya. Buah agak bulat, bergaris tengah 7 – 20 cm, ungu tua sampai hitam, pucuknya kekuningan.Buah berisi 3 bakal biji.Daging buah muda warna putih kaca/transparan, daging buah dewasa/tua warna kuning kemudian berubah menjadi serabut.

    • ManfaatBorassus flabellifer

    Bagian atas batang yang lunak yang mengandung banyak pati, dapat dipanen dan dimakan pada saat kekurangan makanan (paceklik), dan10 m dari bagian paling bawah batang merupakan bagian kayu yang keras dan kuat, bagus untuk konstruksi gedung dan jembatan.Bagian yang agak lunak di bagian tengah dapat dibelah menjadi papan. Semai di dalam tanah dan menyerupai umbi kadang-kadang dimanfaatkan sebagai sayuran yang mengandung pati, dimakan setelah dimasak atau dalam bentuk segar (sedikit mengandung racun). Produk utamanya adalah sari buah yang diambil dari sadapan perbungaannya, yang bisa diminum secara langsung atau diproses menjadi gula atau mengalami fermentasi lebih dulu selama beberapa jam untuk menjadi toddy.

    Anggur palem ringan ini dengan kandungan 5—6% alkohol, akhirnya bisa berubah menjadi etanol sulingan (arak) atau cuka.Sedangkan daun maupun bagian lain dari pohon ini dimanfaatkan masyarakat untuk membuat kerajinan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Daunnya dahulu digunakan untuk menulis surat, tetapi sampai kini masih tetap digunakan sebagai atap lalang dan awet, paling tidak dapat bertahan selama 2 tahun.

    Selain itu digunakan juga sebagai keranjang basket, sikat dan ember; serabut dari daun mudanya dapat ditenun menjadi anyaman yang bagus.Tangkai daunnya seringkali digunakan sebagai batang pagar atau kayu bakar dan dapat diurai menjadi serabut yang dapat digunakan untuk tenunan dan tikar.Kayu dan daun juga digunakan sebagai bahan bakar.

    Mesokarp buah muda dapat dimasak sebagai gulai.Buah masak dengan daging buah berwarna kuning juga enak dimakan. Endosperma yang muda dan padat atau berpulut dari biji juga dapat dimakan secara segar atau dicampur dengan sirup. Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan.Gula yang dihasilkan oleh pohon lontar dipakai untuk pewarna coklat pada makanan.Selain itu gula tersebut dipakai juga untuk nyareni (memperkuat warna alami).Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan.Pohon Lontar juga merupakan sumber karbohidrat.

  6. Camellia sinensis (Linn.) O. Kuntze (Teh)

    • KlasifikasiCamellia sinensis

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Theales
    Famili: Theaceae
    Genus: Camellia
    Spesies: Camellia sinensis (L.)O.K

    • Distribusi/Penyebaran Camellia sinensis

    Banyak terdapat di perkebunan-perkebunan daerah Jawa Barat, Jawa Tengah.Kebun teh skala kecil terdapat pula di Sumatera dan Sulawesi Selatan.

    • Habitat Camellia sinensis

    Tumbuh bagus di daerah pegunungan antara 700 – 1000 m dpl.

    • DeskripsiCamellia sinensis

    Pohon kecil yang tingginya mencapai ± 3 m, berkayu tegak dengan percabangan banyak, ujung ranting berambut warna coklat kehijauan.Daun tunggal, kaku, bentuk bundar telur dengan ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, permukaan daun mengkilat warna hijau tua.Bunga tunggal terdapat di ketiak daun, warna putih kekuningan, baunya wangi.Buah kotak, keras, warna coklat kehitaman kalau sudah tua.

    • Manfaat tumbuhanCamellia sinensis

    Daun teh yang sudah tua atau tidak terpakai lagi dapat digunakan untuk menghasilkan warna soga.Daun teh tersebut direbus sampai ± 60 menit kemudian disaring.Air atau sarinya dapat untuk mewarnai kain.Warna yang dihasilkan mendekati warna soga.

    Selain itu daun the juga bergunauntuk mengatasi sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut, kolesterol dan trigliserida darah tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), mengurangi terbentuknya karang gigi (dental plaque), infeksi saluran cerna.

  7. Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle (Jeruk Nipis)

    • Klasifikasi Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Rutaceae
    Genus: Citrus
    Spesies: Citrus aurantifolia (Christm.) Swing

    • Distribusi/Penyebaran Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Terdapat di seluruh Indonesia karena jeruk nipis banyak manfaatnya.

    • HabitatCitrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Umumnya tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian ± 500 m dpl.

    • DeskripsiCitrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Terna berkayu , tinggi ± 3 m, berduri. Daun majemuk bentuk bundar telur, pangkal membulat, ujung tumpul, tepi beringgit.Bunga majemuk atau tunggal terdapat di ketiak daun atau di ujung batang warna kuning. Buah bulat dengan garis tengah 3,5 – 5 cm, warna hijau sampai kuning setelah tua. Biji kecil agak pipih warna putih kehijauan.

    • Manfaat Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Air jeruk nipis dipergunakan sebagai bahan pewarna, selain itu banyak dimanfaatkan juga untuk “nyareni” (menguatkan warna soga supaya tidak pudar).

    Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buah jeruk nipis masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal. Juga untuk mengobati batuk, batuk yang di sertai influenza, vertigo, bau badan, radang tenggorokan, lender di tenggorokan, kurap, panu, dan demam.

  8. Curcuma domestica (Kunyit)

    • Klasifikasi Curcuma Domestica

    Kingdom Plantae
    Subkingdom Tracheobionta
    Divisi Magnoliophyta
    Kelas Liliopsida
    Sub Kelas Commelinidae
    Ordo Zingiberales
    Famili Zingiberaceae
    Genus Curcuma
    Spesies Curcuma  Domestica

     

    • Habitat Curcuma Domestica

    Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis.Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun.Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom.Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun.Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.

     

    • Deskripsi Curcuma Domestica

    Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batangmerupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata.Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

     

    • Manfaat Curcuma Domestica

    Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat, di antaranya sebagai bumbu masak (terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik.

    Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

  9. Pleomele angustifolia(Daun Suji)

    • Klasifikasi Pleomele angustifolia

    Divisi Spermatophyta

    Sub divisi Angiospermae

    Kelas Monocotyledoneae

    Bangsa Liliales

    Suku  Liliaceaea

    Marga Pleomele

    Jenis Pleomele angustifolia

     

    • Deskripsi Pleomele angustifolia

    Nama lainnya adalah Pandan Betawi.Daun Suji tidak terlalu harum, tetapi warnanya lebih tua dibanding daun pandan.Merupakan tumbuhan perdu, tingginya sekitar 4 meter.Bataang tegak, berkayu, beralur melintang dan putih kotor. Daun tunggal, berseling, lanset, ujung meruncing, pangkal memeluk batang, tepi rata, dan mempunyai panjang 16-20 cm, lebar 3-4 cm, bertulang daun sejajar dan berwarma hijau tua. Buah majemuk, di ujung cabang, bentuk tandan dan berwarna putih keunguan.Akar tunggang dan putih kotor.

     

    • Manfaat Pleomele angustifolia

    Seringkali daun suji digunakan sebagai bahan pewarna hijau untuk berbagai kue tradisional Indonesia seperti klepon, carabikang, dadar gulung, mochi untuk wedhang ronder, putri mandi, putu mayang, Kue Ku, bika ambon.

    Daun Pleomele angustifolia berkhasiat sebagai obat beri-beri dan akarnya sebagai obat kencing nanah.

     


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

TUMBUHAN PAKU YANG TUMBUH
DI COBAN TALON
Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
Ainun Nikmati Laily,M.Si
Disusun oleh             :
1.    Khoirur Rizkiyah      (10620002)
2.    Anik Bariroh            (10620009)
3.    Wilda Sofiyah          (10620023)
4.    Eka Putri                 (10620035)
                          

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2011

 

  1. 1.     pytirogramma calomelanos

 

Lokasi : Cuban talon

Tgl pengambilan : 18 Maret 2012

Klasifikasi :

Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi   Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas   Pteridopsida
Sub Kelas   Polypoditae
Ordo   Polypodiales
Famili   Polypodiaceae
Genus   Pityrogramma
Spesies   Pityrogramma calomelanos (L.)

Nama lokal : paku perak (Indonesia), pakis perak (jawa)

Deskripsi :

Habitat : Pityrogramma calimelanos L merupakan tumbuhan epifit, hidup di atas pohon – pohon, tetapi bukan termasuk tumbuhan parasit kerana ia hanya berpaut pada kulit kayu untuk mengumpulkan makanan dan air yang diperlukan . Akar paku – pakis epifit ini jarang menjejaki tanah kerana ia biasanya diselimuti oleh tumbuhan lumut . Lumut ini sedikit sebanyak membantunya mengumpul air dan humus sebagai sumber nutrient.

Habitus : termasuk jenis herba

Ciri spesifik : paku ini adalah rumpunnya kecil tetapi mempunyai ental yang banyak, panjang entalnya 50-100 cm.Vernasi bergelung : ada, Dimorfisme : sporofil, Daun tereduksi : tidak ada, Daun sarang : tidak ada, Ligula : tidak ada, Daun penumpu : tidak ada.

Manfaat : sebagai bahan antikanker dan antioksidan.

Rizoma : Bentuk akar rizoid atau berbentuk serabut.

Stipe:

  1. Bentuk : bulat, pannjang berkayu
  2. Permukaan adanya rambut : halus
  3. Ukuran : 7mm
  4. Warna : hijau
  5. Percabangan : dikotom

Ental : : paku perak (Pityrogramma calomelanos) mempunyai rumpunnya yang kecil tetapi mempunyai ental yang banyak, menyirip ganda dua, letaknya berselang-seling yang panjangnya berkisar antara 50-100 m. warna dari tangkai entalnya yaitu berwarna hitam, bersisik pada pangkalnya dan tidak bersisik mengkilat, anak daun yang terletak dibagian pangkal adalah jenis daun tunggal, sedang yang dibagian tengah dan ujungnya menyirip yang paling ujung melekuk dan bisa mencapai ukuran 17 cm dan lebar 4-5 cm melancip pada bagian ujungnya

Spora : Spora pada paku perak ini terletak pada bagian bawah dari daun dan menyebar.  

 

1.      Angiopteris avecta
Hasil Pengamatan
Gambar Literatur
LOKASI          : Taman Hutan Raya Cangar batu Malang
Tanggal          : 11 Maret 2012
Nama Umum
Indosesia       : Paku gajah
Inggris : Mule’s-foot fem
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Marattiopsida
Ordo: Marattiales
Famili: Marattiaceae
Genus: Angiopteris
Spesies: Angiopteris avecta
Diskripsi
Angiopteris evecta termasuk suku Marattiaceae. Dikenal dengan namaKing fern, giant fern, elephant fern, mule’s-foot fern, atau paku gajah.
Mempunyai sinonim Polypodium evectum G. Forster dan Angiopteris palmiformis (Cav.)
Habitat
Habitat Angiopteris evecta adalah hutan primer-sekunder di daerah tropis dan sub tropis. Jenis ini sering terdapat di dekat sungai yang ternaung, tempat miring, sepanjang jalan kecil di tempat terbuka di hutan, ditemukan mulai 0-1.200 m dpl., tersebar luas di daerah tropis mulai Madagaskar dan Asia tropis, sepanjang Asia Tenggara, sampai Australia dan Polinesia.
Morfologi
1)     Akar
Pada umumnya akar paku-pakuan adalah serabut yang bercabang-cabang secara dikotom, tetapi ada pula yang bercabang monopodial atau tidak bercabang. Akar Angiopteris evecta berupa akar rimpang pendek, berdaging, besar, tegak, membentuk rumpun sampai tinggi 1 m dan diameter 0,5-1 m.
2)     Batang
Angiopteris evecta merupakan tumbuhan paku terestrial yang sangat besar dengan morfologi batang tegak dan kokoh.
3)     Daun
Angiopteras evecta berdaun majemuk ganda 2, panjang sampai 6 m, tersusun rapat di ujung akar rimpang. Tangkai daun ±1/2 dari panjang daun, bagian pangkal membengkak dengan sepasang stipula yang bentuknya membundar, panjang stipula 5 cm, lebar 7 cm. Daun panjang sampai 6 m, lebar sampai 2 m, biasanya majemuk ganda 2, permukaan atas hijau gelap, permukaan bawah lebih terang. Tangkai anak daun membesar di bagian pangkal.Anak daun jorong-lanset, panjang 1 m atau lebih. Anak-anak daun panjang 20 cm lebar 2,5 cm, jorong, tepi bergerigi dangkal, tulang daun tunggal/bercabang.
4)     Sporangium
Sori Angiopteris evecta berupa annulus lateral yang berkelompok rapat membentuk garis memanjang, sori tersebut berwarna merah kecokelatan, berbentuk jantung yaitu agak oval terbalik dan mempunyai indusium yang berbentuk kantung. Sori pendek, sub marginal, di garis yang tak teratur, ±0,5-1,5 mm dari bagian tepi .
Angiopteris evecta ini dikatakan mempunyai indusium karena pada saat pengamatan dengan menggunakan mikroskop, sori bergerak dan tumbuh seperti bunga mekar dan akhirnya suatu selaput membuka.Dari membukanya selaput tersebut dimungkinkan adalah sori. Jenis Spora Angiopteris evecta adalah homospor yaitu tumbuhan paku yang mempunyai jenis spora yang sama.
Siklus hidup
Dalam siklus hidup Pteridophyta juga terdapat pergantian generasi. Prkembangbiakan Angiopteris evectasama dengan tumbuhan paku lainnya yaitu dengan menggunakan spora. Individu yang menghasilkan gamet disebut gametofit dan merupakan generasi yang haploid. Setelah terjadi fertilisasi akan membentuk zigot yang merupakan permulaan dari keturunan (generasi) yang haploid. Kemudian dari sini lalu terbentuk individu yang diploid dan diberi nama sporofit. Sporofit merupakan individu yang menghasilkan spora melalui pembelahan reduksi.Jadi spora ini merupakan permulaan dasi generasi yang haploid. Dari spora ini akan dapat terbentuk protalium (protalus) melalui perkecambahan dari spora
Manfaat
Di Ambon daun mudanya dimakan, selain itu juga dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti menghentikan pendarahan setelah melahirkan, obat beriberi, batuk, demam, sakit maag, obat bisul.Selain digunakan sebagai obat penggunaannya sebagai tanaman hias juga telah dilakukan.
daun mudanya dimakan, selain itu juga dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti menghentikan pendarahan setelah melahirkan, obat beriberi, batuk, demam, sakit maag, obat bisul. Selain digunakan sebagai obat penggunaannya sebagai tanaman hias juga telah dilakukan.
2.      Ophioglossum sp.
Hasil Pengamatan
Gambar Literatur
Lokasi                        : Taman hutan raya R. Soeryo Cangar Batu
Tanggal          : 11 Maret 2012
Nama umum
Indonesia       : Paku simbar Gadang
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Psilotopsida
Ordo: Ophioglossales
Famili: Ophioglossaceae
Genus: Ophioglossum
Spesies: Ophioglossum pendulum Linn.
MORFOLOGI
1). Akar
Akarnya sedikit dan rimpangnya berdaging, berbentuk seperti pita dan ujungnya tumpul, pada bagian pangkalnya menyempit.
2). Daun
Bentuknya hamper menpunyai paku tanduk uncal, daun-daunnya lemah.
3). Spora
Sporanya terletak antara lekukan-lekukan bulir, dan warnanya hijau.Rhizoma tuberosus, untuk 1 m diameter, 7 mm tinggi, bantalan akar berdaging banyak. Daun sekitar 18 cm panjang, 3 pada rimpang; Phyllomophore sampai 30 cm; trophophyll oblong-lan ceolate, akut di puncak, sempit cuneate di pangkalan, 4,5-6,5 cm. 1,3-1,8 cm lebar; berbeda costae di permukaan keduanya; urat melapisi dengan gambaran yang mirip kisi-kisi, areoles utama 3 atau 4 baris pada setiap sisi costae, aredes lebih kecil, sering dengan termasuk veinlets bebas; tekstur agak berdaging, lembut rumputan; sporophyll sederhana, dengan tangkai sekitar 10 cm, paku menjadi 4,5 cm. sporangia sekitar 0,5 mm; spora gelap, dengan agak kasar melapisi dgn gambaran yg mirip kisi-kisi exospor.
4). Batang
Batang di dalam tanah yang pendek, pada bagian bawah masi mempunyai protostele, tetapi ke atas mengadakan diferensiasi dalam berkas pengangkutannya.
            5). Protalium
Protalium berumah satu, tidak mengandung klorofil, didalam tanah, dan hidup sebagai saprofit dengan pertolongan cendawan mikoriza.Anteridium dan arkegonium terbenam dalam jaringan protalium yang berbentuk umbi dan dapat berumur sampai beberapa tahun.Anteridium menyelubungi suatu kompleks jaringan spermatogen yang menghasilkan spermatozoid berbentuk spiral dengan banyak bulu-bulu cambuk. Pada beberapa jenis embrionya sampai beberapa tahun tetap di dalam tanah
Anggota L. Ophioglossum genus (Ophioglossaceae) (Ophioglossaceae) dikenal sebagai lidah ular or adder’s tongue ferns.atau lidah penambah pakis. Genus ini terdiri dari, seluruh dunia, sebuah 28-58 diperkirakan to 40 species pada 1969) menjadi 40 spesies Di India, itu diwakili oleh 12 spesies. Pullaiah et al. et al. (2003)) mencatat tiga spesies dari genus untuk negara bagian Andhra Pradesh, yaitu, Ophioglossumgramineum Willd., O.nudicaule L.f. gramineum L.f. Willd., O.nudicaule and O. dan O.reticulatumreticulatum L. Namun, sebelumnya Rao et al. (1999) reported O. (1999) melaporkan O.pedunculosum Desv. pedunculosum Desv. menjadi umum di perbukitan Tuni Godavari Timur Kabupaten yang identik dengan Ohioglossum costatum R.Br. Ohioglossum costatum R.Br. Yang berbeda, luas jenis sering salah diidentifikasi dengan O. nudicauleO. nudicaule Lf Kehadiran upaya kertas untuk melihat ini masalah dan menambahkan catatan pada lapangan identitas dan terjadinya pakis paleotropical, Ophioglossum costatum R.Br di Andhra Pradesh.
Bangsa Ophioglossales hanya terdiri atas satu suku Ophioglossaceae dengan beberapa jenis saja. Tumbuhan ini biasanya mempunyai Ophioglossaceae bersifat isospor..Akar di bentuk lebih dulu daripada daun dan tunasnya.Ophioglossaceae hidup sebagai paku tanah dan epifit.Daun yang steril bertepi rata atau berbagai menggarpu 1-2 kali, bertulang jala tanpa ibu tulang yang nyata. Contoh Ophioglossum vulgatum(eropa), Ophioglossum reticulatum (indonesia).Ophioglossum pendulum L. merupakan anggota dari suku Ophioglossaceae, biasa disebut simbar gadang, kumpai lubang, atau daun rambut. Biasanya tumbuh epifi t di pohon besar di tempat ternaung pada ketinggian sekitar 1.040 m dpl, yang khas dari jenis ini adalah daun-daunnya tumbuh menjuntai sepanjang kurang lebih 1,5 m. Daunnya tunggal, berbentuk seperti pita, bercabang. Bila tumbuh di tempat terbuka daunnya lebih sempit dan percabangan lebih banyak.Bulir yang mendukung spora terletak di bagian pangkal daun, panjang sekitar 20 cm. Spora terletak diantara lekukan-lekukan bulir. Jenis ini tersebar di Madagaskar, Asia Tropika, Polinesia, Assam Utara, Indo-China, Hainan, Malaya, Indonesia dan Australia. Dijumpai di hutan dataran rendah maupun pegunungan sampai ketinggian 1.600 m dpl
HABITAT
Menggantung dan tumbuh pada jenis tumbuhan tertentu, terutama pohon palem, ketinggian mencapai 1600 m dpl. Reproduksi: Seksual dengan membentuk sporangium, sedangkan aseksual dengan bantuan spora.
Manfaat
Sebagai tanaman hias simbar gedang yang menarik, daun simbar gedang yang dihaluskan dan dicampur dengan minyak kelapa dapat dipakai untuk obat luar. Keasaman: 5,5, kebasaan: 6,5
3.      Selaginella sp.
Hasil Pengamatan
Gambar Literatur
Lokasi                        : Taman hutan raya R. Soeryo Cangar Batu
Tanggal          : 11 Maret 2012
Nama lokal : Paku rambat
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Lycopodiophyta
Kelas: Lycopodiopsida
Ordo: Selaginellales
Famili: Selaginellaceae
Genus: Selaginella
Spesies: Selaginella sp.
Deskripsi :
Tanaman merambat. Daun seperti cabang yang berasal dari akar Merupakan paku  heterosporous (megaspora dan mikrospora) Struktur telah di sebut ligues.
Habitat :
Selaginella sp banyak ditemukan di hutan tropis, beberapa jenis diantaranya dapat hidup di daerah yang kering, sehingga menyerap banyak air ketika musim hujan tiba.
Morfologi :
            1). Daun
Selaginella sp merupakan tumbuhan paku berdaun majemuk, bentuk daun kecil-kecil, daun seperti cabang yang berasal dari akar,tumbuh merambat, bertangkai tidak mengkilat, sorus tidak berbentuk cincin, tidak memiliki serbuk perak,ental subur tersusun dalam karangan yang disebut strobili yang terletak di ujung percabanga.
2). Batang
Batangnya tidak berongga.
3). Akar
Akar bercabang-cabang
4). Sporangium
Sporangium terdapat pada ketiak daun serta berkumpul membentuk seperti kerucut disebut strobilus dan spora terdapat di tepi daun.
Skema Daur :
Mikrospora akan tumbuh menjadi mikroprotalium, sedangkan makrospora akan tumbuh menjadi makroprotalium. Selanjutnya, mikroprotalium membentuk mikroogametofit yang akan menghasilkan anteridium dan akan menghasilkan sperma. Sebaliknya makroprotalium membentuk makrogametofit yang akan menghasilkan arkegonium dan akan menghasilkan ovum. Jika terjadi fertilisasi antara sperma dan ovum, maka akan menghasilkan tumbuhan paku. Dan tumbuhan paku ini akan berkembang menghasilkan spora, demikian seterusnya. Selaginella sp bersifat heterospora dengan gametofit yang uniseksual.Setiap sporofilnya mempunyai sporangium tunggaal pada permukaannya.Megasporangium tumbuh pada megastropil dan mikrosprangium tumbuh pada mikrosporofil.Kedua tipe sporofil tersebut pada satu strobilus.
            Gametofit jantan (mikrogametofit) tetap tumbuh di dalam mikrospora (gametofit endosporik).Pada perkembangannya gametofit jantan hanya terdiri dari satu sel protalial dan satu anteridium yang selanjutnya menghasilkan beberapa sperma biflagela.
Gametofit betina (megagametofit) tumbuh dengan pecahnya dinding megaspora.Bagian yang menonjol keluar dari dinding megaspora.Bagian yang menonjol keluar dari dinding megaspora adalah bagian gametofit yang mendukung arkegonia. Pada beberapa jenis dilaporkan bahwa bagian yang menonjol keluar mampu melakukan fotosintesis,walaupun pada umumnya makanan disediakan oleh megaspora. Pada umumnya fertilisasi terjadi setelah gametofit dilepaskan dari strobilus. Setelah terjadi fertilisasi,sporofitmuda tetap tergantung sepenuhnya pada gametofit,selanjutnya perlahan-lahan melepaskan diri dari gametofit.
Manfaat dan kerugian :
 Selaginella sp dijadikan sebagai tanaman hias, tidak heran harga jualnya pun bermacam-macam tergantung jenisnya. Kerugiannya, beberapa jenis Selaginella ini memiliki zat asam sikimat yang dapat mengganggu pencernaan.
4.      Pityrogramma calomelanos
Hasil Pengamatan
Gambar Literatur
Lokasi                        : Taman hutan raya R. Soeryo Cangar Batu
Tanggal          : 11 Maret 2012
Nama umum
Indonesia       : Paku Perak
Inggris : Sword fern, Boston fern.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Pteridopsida
Sub Kelas: Polypoditae
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Pityrogramma
Spesies: Pityrogramma sp.
Deskripsi       :
Dalam bahasa Indonesia di kenal dengan paku perak, termasuk Family Pterydaceae.Jenis paku ini umum di kenal dengan nama paku perak (sund), pakis perak (jawa) , pada saat tumbuhan ini masih muda, seluruh entalnya tertutup oleh sejenis tepung berwarna putih kekuningan dan pada saat ental telah dewasa, tepung tersebut hanya ditemukan pada permukaan daun bagian bawah saja. Kemungkinan dengan adanya warna putih kekuningan ini orang menyebut dengan nama paku perak.
Habitat :
Pityrogramma calimelanos L merupakan tumbuhan epifit, hidup di atas pohon – pohon lain tetapi bukannya tumbuhan parasit kerana ia hanya berpaut pada kulit kayu untuk mengumpul makanan dan air yang diperlukan .
Morfologi :
            1). Daun
Jenis daun makrofil dengan bentuk daun delta yang berukuran anisofil.Warna daun hijau dengan peruratan bercabang yang mempunyai tekstur helaian tipis.
2). Ental
Mempunyai ental yang banyak, panjang entalnya 50-100 cm,tangkai entalnya hitam, bersisik pada pangkalnya dan bagian yang tidak bersisik mengkilat. Ental tersebut menyirip ganda dua, letaknya berseling-seling, anak daun yang terletak di bagian pangkal adalah tunggal, sedangkan yang di bagian tengah dan ujungnya menyirip, yang paling ujung berlekuk dan bisa mencapai ukuran panjang 17 cm dan lebar 4-5 cm dan melancip pada bagian ujungnya.
            3). Batang
Mempunyai batang yang berbentuk bulat,panjang berkayu. Warna batang hijau,dengan permukaan adanya rambut halus serta berukuran 7mm dan dengan percabangan dikotom.
4). Akar
Mempunyai akar berbentuk serabut.
5). Sporangium
Spora adalah struktur pembiakan halus yang dihasilkan oleh paku – pakis . Terdapat berbagai bentuk spora , antaranya bulat , pipih (monolete), segitiga (trilete) dan sebagainya . Untuk melihat struktur spora tersebut , digunakan mikroskop elektron pengiaman (Scanning Electron Microscope).Dinding sporangium terdiri daripada satu atau beberapa lapisan sel , kecuali pada bahagian tepinya terdapat suatu lapisan sel berdinding tebal yang mengelilingi sebagian kapsul yang dinamakan anulus. Pada bahagian hujung lingkaran terdapat satu kumpulan sel yang pipih yang disebut stomium. Apabila sporangium masak sel stomium akan pecah dan membebaskan spora yang terdapat didalamnya. Letak dari spora pada pityrogramma yaitu menyebar di heleian daun, bentuk bulat .
6). Indusium
Indusium adalah suatu lapisan pelindung untuk melindungi sporangium terutama yang masih muda . Ada sorus yang tidak dilindungi oleh indusium yang dikenali sebagai sorus yang telanjang . Sementara yang dilengkapi dengan indusium terdapat dua jenis . Jenis yang pertama dinamakan indusium sejati yang mana lapisan tisunya berupa penutup melengkok terdiri daripada dua ruangan dengan bahagian tengah berhubungan dan mengikatkannya kepada permukaan daun . Manakala lapisan pelindung yang hanya berupa pelebaran dari bagian tepi daun yang bengkok dinamakan indusium palsu .
5.      Marattia Sp.
Hasil Pengamatan
Gambar Literatur
Lokasi                        : Taman hutan raya R. Soeryo Cangar Batu
Tanggal          : 11 Maret 2012
Klasifikasi :
Kingdom  Plantae
Division Pteridophyta
Class Filicopsida
Ordo Marattiales
Family Marattiaceae
Genus Marattia
Spesies Marattia sp
Deskripsi :
menunjukkan bahwa Marattia dalam arti tradisionalnya secara luas polifiletik. Nama tersebut hanya dapat disimpan dalam arti tradisional jika semua Angiopteris dan Christensenia akan digabungkan ke Marattia, meninggalkan keluarga dengan hanya 2 genera (Marattia dan Danaea). Skenario ini sangat beralasan, karena Angiopteris adalah genus morfologi mapan dan berbeda dari Marattia dalam karakter jelas banyak.Untuk mempertahankan Angiopteris dan Christensenia, Marattia karena itu dipisahkan menjadi tiga genera Eupodium, Ptisana dan Marattia.Marattia benar terjadi dalam Neotropics dan Hawaii, Eupodium hanya Neotropical dan semua spesies dunia lama dipindahkan ke dalam genus baru Ptisana.
Habitat :
Marattia adalah genus neotropical sebagian besar dari delapan jenis, tetapi satu spesies (M. douglassii) terjadi di Hawaii. Mereka biasanya terjadi di daerah pegunungan di atas ketinggian 900 m, tetapi mereka mungkin terjadi pada elevasi yang lebih rendah di pulau-pulau.Tumbuh diatas tanah, berwarna hijau, bentuknya menyerupai talus lumut hati.Terdiri dari terdapat duri yang merupakan metamorfosis daun penumpu.
Morfologi
            1). Daun
Daun sangat besar majemuk, menyirip ganda sampai beberapa kali.
2). Batang
Batang pendek tegak
3). Tangkai
Tangkai daun lunak mempunyai stipula
4). Sporangium
Sporangium pada sisi bawah daun mempunyai dinding yang tebal, tidak mempunyai cincin (anulus), membuka dengan suatu celah atau liang.
Spora Marattia sambucina dan Macroglossum smithii hasil pertama di piring dan kemudian di massa. Para gametophytes awalnya berwarna hijau gelap, tapi gametophytes tua mungkin menunjukkan jaringan pucat di pelepah yang mungkin berisi sejumlah besar pati.Rhizoids dari kedua spesies tidak berwarna; rhizoids multiseluler diproduksi kadang-kadang oleh Marattia sambucina.Antheridia menunjukkan rentang ukuran yang luas, dari yang di cabang regenerasi yang mungkin menunjukkan 15-30 sperma di bagian median untuk mereka yang gametophytes kuat 1-4 tahun yang bisa menunjukkan 140-170 sperma.Archegonium kedua spesies pendek dan luas, proyeksi tapi sedikit di luar permukaan.Dua inti saluran leher biasanya tidak dipisahkan oleh dinding, tapi kadang-kadang dinding terbentuk.Sel kanal perut besar.Lapisan jaket terdiri dari beberapa sel tabel yang lambat dalam mengembangkan dan tidak sangat berbeda sebelum pembuahan.Apogamy, ditunjukkan dalam pengembangan tracheids, ditemukan dalam dua gametophytes dari Marattia sambucina yang ditanggung baik antheridia dan archegonia.
DAFTAR PUSTAKA
Citrosupomo, Gembong. 1991. Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Retno. 2011. Tumbuhan Paku di Indonesia.
http://retnoayuseptiyaningtyas.blogspot.com/. Diakses tanggal 3 Maret 2012
Sudarsono. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Sulisetjono. 2011. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Uin Press
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.