RSS

TUMBUHAN PEWARNA

06 Jul
DISKRIPSI TUMBUHAN PEWARNA
Dosen Pembimbing :
Drs. Sulisetjono, M.Si
Ainun Nikmati Laily,M.Si
Disusun oleh             :
1.     Khoirur Rizkiyah       (10620002)
2.     Anik Bariroh             (10620009)
3.     Wilda Shofiyah         (10620023)
4.     Eka Putri Rodliyani   (10620035)
                          

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PEWARNA
  1.  Anacardium accidentale Linn. (Jambu Monyet)

    • KlasifikasiAnacardium accidentale Linn.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Anacardiaceae
    Genus: Anacardium
    Spesies: Anacardium occidentale L.

    • Distribusi/PenyebaranAnacardium accidentale Linn.

    Jambu Mede, tanaman yang berasal dari timur-laut Brazil ini telah tersebar hingga ke bagian Selatan dan Tengah America. Para penjajah Portugis kemudian mengintroduksi tumbuhan ini ke India dan Afrika Timur.Kemudian Jambu Mede tersebar luas hingga ke Sri Lanka, Malysia, dan Indonesia.Lalu pada abad ke-17, para penjajah Spanyol membawa jenis tumbuhan ini ke Filipina.Hingga saat ini, Jambu Mede telah dibudidayakan di banyak negara-negara tropis.

    • HabitatAnacardium accidentale Linn.

    Selama pertumbuhannya, Jambu mede memerlukan suhu lingkungan serta curah hujan yang tinggi. Tumbuhan ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan yang sangat kering apabila sistem perakarannya telah mencapai bagian tanah dalam yang lembab.Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah kering hingga ketinggian 500 m dpl.

    • DeskripsiAnacardium accidentale Linn.

    Tumbuhan berupa pohon yang tingginya ± 12 m, mempunyai banyak percabangan. Daun berseling, berbentuk bulat telur sungsang hingga bulat telur sungsang lonjong yang meruncing ke pangkal daun, daun muda berwarna merah-kecoklatan kemudian akan menjadi hijau tua cerah. Perbungaan terdapat di ujung cabang-cabangnya, bentuk malai, wangi, berwarna putih ketika mekar dan berangsur-angsur menjadi merah jambu-kemerahan. Buah berbentuk ginjal, berwarna coklat keabuan, lapisan buah luar keras dan mengandung resin, tangkai buah membesar dan kemudian tenggelam, berbentuk sperti buah pear, permukaannya mengkilap, berwarna kuning hingga merah, berdaging lembut dan berair. Biji berbentuk ginjal dengan lapisan penutup biji berwarna coklat kemerahan, memiliki dua kotiledon yang besar.

    • ManfaatAnacardium accidentale Linn.

    Pohon Jambu mede biasa dibudidayakan untuk diambil kacangnya. Batang pohon Jambu mede juga dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar atau sebagai bahan bangunan berkualitas rendah. Semua bagian tumbuhan digunakan sebagai bahan obat tradisional, khususnya untuk mengobati kulit dan untuk obat kumur.Di pulau Bangka, pohon Jambu Mede telah dicoba dan berhasil ditanam pada lahan bekas tambang timah.Pohon ini juga sudah banyak ditanam di pekarangan sebagai pohon peneduh atau juga sebagai tanaman rehabilitasi lahan marginal.Perkebunan jambu monyet dijumpai di daerah Wonosari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan juga Sulawesi Tenggara untuk diambil bijinya yang terkenal sebagai kacang mete/mede.Pepagan pohon jambu monyet dapat dimanfaatkan untuk menyamak serta memberikan warna coklat tua.

  2.    Ananas comosus Merr (Nanas)

    • KlasifikasiAnanas comosus Merr

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Sub Kelas: Commelinidae
    Ordo: Bromeliales
    Famili: Bromeliaceae
    Genus: Ananas
    Spesies: Ananas comosus Merr

    • Distribusi/PenyebaranAnanas comosus Merr

    Nanas berasal dari Amerika Selatan dan didomestifikasi sebelum masa Columbus.Pada abad ke16 orang – orang Spanyol membawanya ke Philippines and Semenanjung Malaysia dan kemungkinan juga Indonesia.Sekarang tanaman ini meluas di seluruh daerah tropis dan subtropis. Industri pengalengan internasional dibangun di Thailand, Filipina, Malaysia dan Sumatra Utara juga di Hawaii, Brazil, Taiwan, Afrika Selatan, Kenya, Pantai Ivory, Mexico dan Puerto Rico.

    • Habitat Ananas comosus Merr

    Tumbuh pada area dengan temperatur rata-rata 23—32°C.Pada elevasi yang tinggi buah menjadi lebih asam.Tanaman ini tahan terhadap kekeringan dan curah hujan yang optimal 1000—1500 mm per tahun.Tanaman ini menyukai drainase yang bagus pada tanah lempung berpasir dengan kandungan bahan organik yang tinggi dan pH 4.5—6.5.

    • DeskripsiAnanas comosus Merr

    Herba yang mempunyai batang semu dengan tinggi 30 – 50 cm mempunyai batang dalam bentuk roset dengan pangkal yang melebar dan menjadi pelepah.Daun tunggal bentuk pedang, ujung lancip tepi berduri kecil dan tajam.Bunganya majemuk, bentuk malai terdapat di ujung batang berwarna ungu kemerahan.Buah berbentuk menyilinder, permukaan buah seperti sisik atau genting kecil yang tersusun rapi, warna hijau kekuningan sampai jingga. Daging buah berwarna putih kekuningan mengandung banyak cairan yang rasanya manis, asam, harum dan tidak berbiji.

    • ManfaatAnanas comosus Merr

    Di Filipina dan Taiwan, serat dari daun dibuat menjadi pakaian yang bagus. Buah nanas dicampur dengan kacang panjang, batang jahe muda, buah honje muda, tom/tarum dan tawas akan memberikan/menghasilkan warna hijau muda.

  3.   Artocarpus heterophylla Lamk. (Nangka)

    • Klasifikasi Artocarpus heterophylla Lamk.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Urticales
    Famili: Moraceae
    Genus: Artocarpus
    Spesies: Artocarpus heterophyllus Lam

    • Distribusi/PenyebaranArtocarpus heterophylla Lamk.

    Nangka merupakan tanaman asli dan telah lama tumbuh liar di hutan-hutan hujan.Sejak lama pula Nangka telah dibudidayakan, diintroduksi dan telah dapat tumbuh alami di banyak tempat di daerah tropis khususnya kawasan Asia Tenggara.Pohon nangka hampir dijumpai di seluruh Indonesia.Umumnya ditanam di pekarangan rumah.Dijumpai juga tumbuh liar di hutan.

    • HabitatArtocarpus heterophylla Lamk.

    Di daerah aslinya, Nangka tumbuh di hutan-hutan selalu hijau pada ketinggian 400—1200 m. Namun pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik pada daerah beriklim hangat dan lembap pada ketinggian di bawah 1000 m dpl dan dengan curah hujan 1500 mm atau lebih. Tumbuhan ini dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah, dan dengan ditanam pada kedalaman yang cukup, memiliki drainase yang baik, pada tanah alluvial, tanah berpasir atau tanah liat, dengan pH tanah 6.0—7.5.

    • DeskripsiArtocarpus heterophylla Lamk.

    Pohon tinggi 20 – 30 m, permukaan batang kasar, diameter ± 80 cm, bergetah putih, kayunya bagian dalam berwarna kekuningan. Daun bentuknya bulat telur sungsang atau menjorong, berwarna hijau tua cerah di permukaan atas dan hijau pucat di permukaan bawah, meruncing ke ujung dan ke pangkal daun lebih kecil/kurus seperti segitiga dan kaku.Karangan bunga jantan terdapat pada ranting sebelah atas, karangan bunga betina terdapat pada ketiak cabang dan anak cabang bawah.Buah besar 30 – 100 cm x 25 – 50 cm, berbentuk bulat atau melonjong. Tangkai buah 5 – 10 cm panjangnya, tebal 1 – 2 cm, kulit buah berduri pendek, biji bulat panjang (2 – 4 cm x 1,5 – 2,5 cm) terdapat di dalam daging buah yang sebelah luar sedikit bergetah dan berlendir, warna daging buah kuning, berair dan beraroma, menyengat kalau sudah tua.

    • Manfaat Artocarpus heterophylla Lamk.

    Buah muda Nangka dapat dimasak sebagai sayur, sedangkan buah matangnya dapat dimakan segar, dibuat dodol, selai atau pasta, dan permen. Daun mudanya dapat digunakan sebagai pakan ternak.Masyarakat di India dan Sri Lanka, memanfaatkan batang pohon Nangka untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan.Pohon Nangka dapat juga digunakan sebagai tanaman penghijauan di areal-areal tanah berpasir gembur.Warna hijau sedang di daerah Jawa Barat diperoleh dengan mencelupkan lebih dahulu dalam larutan kayu nangka, diangin-anginkan sampai agak kering kemudian dicelupkan lagi pada larutan tom/tarum dan tawas.

  4.  Bixa orellana Linn. (Kesumba)

    • Klasifikasi Bixa orellana Linn.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Violales
    Famili: Bixaceae
    Genus: Bixa
    Spesies: Bixa orellana L.

    • Distribusi/PenyebaranBixa orellana Linn.

    Terdapat di Jawa, Madura, Sulawesi Selatan dan Ambon.

    • HabitatBixa orellana Linn.

    Tumbuh di dataran rendah sampai 2200 m dpl.Menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

    • DeskripsiBixa orellana Linn.

    Pohon kecil, tingginya 2 – 8 m. Bentuk daun bundar telur hampir seperti jantung, warna merah tua keunguan.Perbungaan bentuk malai 8 – 50 bunga warna merah gelap.Buah seperti buah rambutan warna merah tua/gelap yang umumnya bagian ujung terlihat merekah sehingga biji-bijinya dapat keluar cepat.

    • ManfaatBixa orellana Linn.

    Biji-biji kesumba masih dipakai untuk mewarnai bahan anyaman dan kipas menjadi warna merah untuk daerah Singaparna Jawa Barat.

    Di luar negeri pohon ini pun bisa digunakan sebagai pewarna lipstick atau produk makanan. Suku Indian memakai warna merah dari buah kesumba untuk mencegah sunburn, penolak serangga, dan pewarna bibir. Di Indonesia kesumba biasanya dijadikan sebagai tanaman hias dan mewarnai batik.

    Pohon kesumba tjuga memiliki efek herbal, terutama pada bagian daun atau bungan.Efek herbal yang dihasilkan dari pohon ini adalah antipiretik, diuretic, antiinflamasi, digestive, purative, anti jamur dan antidote.

    Kesumba diambil daun dan bunganya untuk mengobati demam, amandel, terbakar matahari, sakit kepala, masuk angin, haid tidak lancer.Getahnya berfungsi sebagai antivirus dan obat diabetes.Penyakit lain yang bisa diatasi dengan tanaman ini adalah penyakit kulit, asma, gonorea, disentri, gangguan ginjal, gigitan ular, gangguan pencernaan, cacingan, dan radang tenggorokan.Bahkan suku Indian menggunakannya sebagai afrosidiak.

  5. Borassus flabellifer Linn. (Lontar)

    • Klasifikasi Borassus flabellifer

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Liliopsida
    Sub Kelas: Arecidae
    Ordo: Arecales
    Famili: Arecaceae
    Genus: Borassus
    Spesies: Borassus flabellifer

     

    • Distribusi/PenyebaranBorassus flabellifer

    Penyebarannya luas, di tempat-tempat yang kering seperti di India, Thailand, Jawa Timur, Indonesia timur dan pulau-pulau di Pasifik.

    • HabitatBorassus flabellifer

    Tumbuh di dataran rendah dan daerah pantai sampai pegunungan (0 – 800 m dpl.), suhu optimum untuk pertumbuhan ± 30 derajat Celcius, mudah beradaptasi di daerah kering, curah hujan 500 – 5000 mm per tahun.

    • DeskripsiBorassus flabellifer

    Palem yang mempunyai batangtunggal, dapat mencapai tinggi 30 m ini berbatang kasap, agak kehitam-hitaman, dengan penebalan sisa pelepah daun di bagian bawah.Tajuknya rimbun dan membulat, daun-daun tuanya terkulai tetapi tetap melekat di ujung batang.Pelepah pendek, agak jingga, bercelah dipangkal, berijuk.Pelepah dan tangkai daun tepinya berduri hitam tidak teratur.Daun seperti kipas, bundar, kaku, bercangap menjari, hijau keabu-abuan.Perbungaan berumah dua, menerobos celah pelepah, menggantung.Bunga betinanya kadang-kadang bercabang sedang bunga jantan bercabang banyak. Bunga berwama putih susu, berkelompok, tertanam pada tongkolnya. Buah agak bulat, bergaris tengah 7 – 20 cm, ungu tua sampai hitam, pucuknya kekuningan.Buah berisi 3 bakal biji.Daging buah muda warna putih kaca/transparan, daging buah dewasa/tua warna kuning kemudian berubah menjadi serabut.

    • ManfaatBorassus flabellifer

    Bagian atas batang yang lunak yang mengandung banyak pati, dapat dipanen dan dimakan pada saat kekurangan makanan (paceklik), dan10 m dari bagian paling bawah batang merupakan bagian kayu yang keras dan kuat, bagus untuk konstruksi gedung dan jembatan.Bagian yang agak lunak di bagian tengah dapat dibelah menjadi papan. Semai di dalam tanah dan menyerupai umbi kadang-kadang dimanfaatkan sebagai sayuran yang mengandung pati, dimakan setelah dimasak atau dalam bentuk segar (sedikit mengandung racun). Produk utamanya adalah sari buah yang diambil dari sadapan perbungaannya, yang bisa diminum secara langsung atau diproses menjadi gula atau mengalami fermentasi lebih dulu selama beberapa jam untuk menjadi toddy.

    Anggur palem ringan ini dengan kandungan 5—6% alkohol, akhirnya bisa berubah menjadi etanol sulingan (arak) atau cuka.Sedangkan daun maupun bagian lain dari pohon ini dimanfaatkan masyarakat untuk membuat kerajinan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Daunnya dahulu digunakan untuk menulis surat, tetapi sampai kini masih tetap digunakan sebagai atap lalang dan awet, paling tidak dapat bertahan selama 2 tahun.

    Selain itu digunakan juga sebagai keranjang basket, sikat dan ember; serabut dari daun mudanya dapat ditenun menjadi anyaman yang bagus.Tangkai daunnya seringkali digunakan sebagai batang pagar atau kayu bakar dan dapat diurai menjadi serabut yang dapat digunakan untuk tenunan dan tikar.Kayu dan daun juga digunakan sebagai bahan bakar.

    Mesokarp buah muda dapat dimasak sebagai gulai.Buah masak dengan daging buah berwarna kuning juga enak dimakan. Endosperma yang muda dan padat atau berpulut dari biji juga dapat dimakan secara segar atau dicampur dengan sirup. Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan.Gula yang dihasilkan oleh pohon lontar dipakai untuk pewarna coklat pada makanan.Selain itu gula tersebut dipakai juga untuk nyareni (memperkuat warna alami).Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan.Pohon Lontar juga merupakan sumber karbohidrat.

  6. Camellia sinensis (Linn.) O. Kuntze (Teh)

    • KlasifikasiCamellia sinensis

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Dilleniidae
    Ordo: Theales
    Famili: Theaceae
    Genus: Camellia
    Spesies: Camellia sinensis (L.)O.K

    • Distribusi/Penyebaran Camellia sinensis

    Banyak terdapat di perkebunan-perkebunan daerah Jawa Barat, Jawa Tengah.Kebun teh skala kecil terdapat pula di Sumatera dan Sulawesi Selatan.

    • Habitat Camellia sinensis

    Tumbuh bagus di daerah pegunungan antara 700 – 1000 m dpl.

    • DeskripsiCamellia sinensis

    Pohon kecil yang tingginya mencapai ± 3 m, berkayu tegak dengan percabangan banyak, ujung ranting berambut warna coklat kehijauan.Daun tunggal, kaku, bentuk bundar telur dengan ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, permukaan daun mengkilat warna hijau tua.Bunga tunggal terdapat di ketiak daun, warna putih kekuningan, baunya wangi.Buah kotak, keras, warna coklat kehitaman kalau sudah tua.

    • Manfaat tumbuhanCamellia sinensis

    Daun teh yang sudah tua atau tidak terpakai lagi dapat digunakan untuk menghasilkan warna soga.Daun teh tersebut direbus sampai ± 60 menit kemudian disaring.Air atau sarinya dapat untuk mewarnai kain.Warna yang dihasilkan mendekati warna soga.

    Selain itu daun the juga bergunauntuk mengatasi sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut, kolesterol dan trigliserida darah tinggi, kencing manis (diabetes mellitus), mengurangi terbentuknya karang gigi (dental plaque), infeksi saluran cerna.

  7. Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle (Jeruk Nipis)

    • Klasifikasi Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Super Divisi: Spermatophyta
    Divisi: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Rutaceae
    Genus: Citrus
    Spesies: Citrus aurantifolia (Christm.) Swing

    • Distribusi/Penyebaran Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Terdapat di seluruh Indonesia karena jeruk nipis banyak manfaatnya.

    • HabitatCitrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Umumnya tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian ± 500 m dpl.

    • DeskripsiCitrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Terna berkayu , tinggi ± 3 m, berduri. Daun majemuk bentuk bundar telur, pangkal membulat, ujung tumpul, tepi beringgit.Bunga majemuk atau tunggal terdapat di ketiak daun atau di ujung batang warna kuning. Buah bulat dengan garis tengah 3,5 – 5 cm, warna hijau sampai kuning setelah tua. Biji kecil agak pipih warna putih kehijauan.

    • Manfaat Citrus aurantifolia (Chrism. & Pauz.) Swingle

    Air jeruk nipis dipergunakan sebagai bahan pewarna, selain itu banyak dimanfaatkan juga untuk “nyareni” (menguatkan warna soga supaya tidak pudar).

    Jeruk nipis mengandung minyak terbang limonene dan linalool, juga flavonoid seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin dan naringin. Kandungan buah jeruk nipis masak adalah synephrine dan N-methyltyramine, selain asam sitrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin A, B1, dan C. Asam sitratnya mampu mencegah kekambuhan pada pasien pasca operasi batu ginjal. Juga untuk mengobati batuk, batuk yang di sertai influenza, vertigo, bau badan, radang tenggorokan, lender di tenggorokan, kurap, panu, dan demam.

  8. Curcuma domestica (Kunyit)

    • Klasifikasi Curcuma Domestica

    Kingdom Plantae
    Subkingdom Tracheobionta
    Divisi Magnoliophyta
    Kelas Liliopsida
    Sub Kelas Commelinidae
    Ordo Zingiberales
    Famili Zingiberaceae
    Genus Curcuma
    Spesies Curcuma  Domestica

     

    • Habitat Curcuma Domestica

    Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis.Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun.Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom.Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun.Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.

     

    • Deskripsi Curcuma Domestica

    Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batangmerupakan batang semu, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Daun tunggal, bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih/kekuningan. Ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun yang rata.Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

     

    • Manfaat Curcuma Domestica

    Kunyit (Curcuma domestica) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat, di antaranya sebagai bumbu masak (terutama kare), pewarna makanan, minuman, tekstil dan kosmetik.

    Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu: sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dll. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

  9. Pleomele angustifolia(Daun Suji)

    • Klasifikasi Pleomele angustifolia

    Divisi Spermatophyta

    Sub divisi Angiospermae

    Kelas Monocotyledoneae

    Bangsa Liliales

    Suku  Liliaceaea

    Marga Pleomele

    Jenis Pleomele angustifolia

     

    • Deskripsi Pleomele angustifolia

    Nama lainnya adalah Pandan Betawi.Daun Suji tidak terlalu harum, tetapi warnanya lebih tua dibanding daun pandan.Merupakan tumbuhan perdu, tingginya sekitar 4 meter.Bataang tegak, berkayu, beralur melintang dan putih kotor. Daun tunggal, berseling, lanset, ujung meruncing, pangkal memeluk batang, tepi rata, dan mempunyai panjang 16-20 cm, lebar 3-4 cm, bertulang daun sejajar dan berwarma hijau tua. Buah majemuk, di ujung cabang, bentuk tandan dan berwarna putih keunguan.Akar tunggang dan putih kotor.

     

    • Manfaat Pleomele angustifolia

    Seringkali daun suji digunakan sebagai bahan pewarna hijau untuk berbagai kue tradisional Indonesia seperti klepon, carabikang, dadar gulung, mochi untuk wedhang ronder, putri mandi, putu mayang, Kue Ku, bika ambon.

    Daun Pleomele angustifolia berkhasiat sebagai obat beri-beri dan akarnya sebagai obat kencing nanah.

     


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 6, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: